Jumat, 26 Jul 2013 17:02 WIB

Ini Alasan Kamar Anak Harus Bersih dari TV atau Komputer

- detikHealth
(Foto: Thinkstock) (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Setiap orang tua pasti ingin memanjakan anak-anaknya atau membuat anaknya betah di rumah. Tapi terkadang orang tua melakukan sesuatu yang kurang bijak untuk mencapai tujuan itu, misalnya dengan melengkapi kamar anak dengan TV dan komputer. Padahal ini tidak baik untuk pola tidur dan prestasi akademis anak.

Menurut sebuah studi dari Finlandia, keberadaan televisi dan komputer di dalam kamar anak hanya akan mengganggu pola tidur anak yang dapat berujung pada penurunan daya ingat dan anjloknya nilai akademis anak di sekolah. Demikian dilansir Daily Mail, Jumat (26/7/2013).

Untuk memperoleh kesimpulan itu, peneliti mewawancarai 353 anak berusia 10-11 tahun tentang penggunaan televisi dan komputer berikut kebiasaan tidur mereka. Interview ini dilakukan lagi oleh peneliti 18 bulan kemudian.

Dari situ peneliti dapat menyimpulkan semakin lama seorang anak beraktivitas dengan komputernya, terutama bermain game atau menonton TV maka mereka akan tidur semakin larut. Di hari-hari sekolah anak-anak ini juga kurang tidur.

Tak hanya itu, menurut peneliti, anak-anak yang banyak bermain dengan komputer dan menonton TV kurang berolahraga sehingga kurang merasa lelah saat jam tidur tiba, padahal hal itu dapat mempengaruhi pulas tidaknya tidur seorang anak. Perubahan hormon akibat paparan cahaya dari layar televisi maupun komputer juga menyebabkan anak makin sulit tidur.

Namun studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Public Health ini menekankan bahwa pengaruh negatif televisi atau komputer di dalam kamar terlihat lebih jelas pada anak laki-laki, dibandingkan dengan anak perempuan.

"Untuk itu perangkat-perangkat elektronik harus dijauhkan dari kamar tidur anak. Pasalnya keberadaan televisi dan komputer di kamar anak akan mempengaruhi pola tidurnya, padahal anak-anak butuh jam tidur ekstra agar dapat melewati masa pubertas," terang peneliti Teija Nuutinen University of Helsinki.

"Dan tidur yang cukup terbukti sangat diperlukan selama hari-hari sekolah, karena itu mempengaruhi kinerja anak di sekolah, begitu juga dengan proses pertumbuhannya," tambahnya.

Jadi menurut Nuutinen, jika ada anak-anak yang mudah kelelahan dan sulit berkonsentrasi atau memiliki masalah perilaku akibat kurang tidur, maka orang tua harus mengawasi intensitas anak di depan televisi maupun komputer.





(vit/vit)