Rabu, 31 Jul 2013 07:11 WIB

Masih Balita, Anak-anak TK di Sekolah Ini Sudah Dilatih Ala Militer

- detikHealth
(Foto: xinhua) (Foto: xinhua)
Taichung, Taiwan - Di Taman Kanak-kanak Albert, Taichung, Taiwan, anak usia 3 hingga 6 tahun mengenakan pakaian loreng kamuflase dan menjalani program latihan ala militer. Para orang tua berharap pelatihan berat ini bisa menjadi bekal putra-putrinya untuk menjalani kesulitan hidup. Namun dikhawatirkan latihan terlalu keras pada anak usia prasekolah bisa mengganggu proses tumbuh kembangnya.

Selama satu sampai dua jam sehari, anak-anak yang terdaftar di Taichung’s Albert Kindergarten harus melakukan serangkaian latihan fisik yang terinspirasi dari latihan militer.

"Saya pikir anak-anak Taiwan yang paling kurang percaya diri dibandingkan dengan anak-anak dari negara lain," ujar Kepala Sekolah, Fong Yun, seperti dilansir Reuters dan Odditycentral, Rabu (31/7/2013).

Karena kondisi itu, lebih dari 10 tahun yang lalu Yun bekerja sama dengan dokter anak, Profesor Chen Yi-hsin, untuk mengembangkan program khusus yang menggabungkan latihan militer dan senam untuk meningkatkan kekuatan fisik dan mental anak-anak didiknya.

Yun meyakinkan pelatihannya akan membantu siswa menghadapi kesulitan seperti ujian masuk perguruan tinggi, mencari pekerjaan, dan bahkan perkawinan. Banyak orang tua di Taiwan tampaknya memiliki keyakinan yang sama, karena semua kelas di TK Albert penuh dan orang tua rela menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk menyekolahkan anak-anaknya di TK 'militer' ini.

Anak-anak TK dilatih dengan tangga naik, melakukan handstand, backflips dan semua jenis latihan lain yang bahkan kadang-kadang sulit dilakukan oleh marinir. Agar bisa lulus, mereka harus membuktikan bahwa mereka sudah menguasai seluruh latihan rutin dengan melewati tes menantang.

Sebagian besar anak-anak yang masuk TK militer Taichung suka melakukan latihan fisik dan dengan bangga memamerkan 'piala' mereka, berupa memar, kapalan, dan lainnya.

Tetapi beberapa organisasi pendidikan telah menyatakan keprihatinannya tentang efek metode 'keras' yang dilakukan pada anak-anak yang masih bertumbuh kembang. Mereka takut pelatihan yang berlebihan dapat mempengaruhi perkembangan atau menyebabkan cedera serius.

Namun, Fong Yun mengatakan latihan benar-benar membantu membangun fisik dan mental, karena latihan yang dilakukan oleh instruktur profesional, dengan risiko cedera minimal.




(mer/vta)