Balita bernama Krishna Yadav itu harus dilarikan ke Seven Hills Hospital di Andheri Timur, India, karena mengalami sesak napas setelah makan kacang bersama beberapa teman di rumahnya. Tim dokter segera melakukan tes dan memberi kesimpulan medis yang cukup mengejutkan. Krishna menderita serangan jantung dan membutuhkan perawatan tersier.
"Dia ditempatkan di ventilator oleh spesialis perawatan neo-kritis untuk menghindari komplikasi lebih lanjut atau serangan jantung, dan dilakukan pula tes lebih lanjut," kata konsultan rumah sakit, dokter spesialis THT bernama Ashwini Kumar Mehta, seperti dilaporkan IANS dan ditulis Medindia, Selasa (13/8/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah masalah diidentifikasi, langkah berikutnya yaitu memperbaikinya dengan bronkoskopi. Prosedur ini meliputi penyisipan bronkoskop ke dalam saluran udara melalui mulut atau hidung. Dengan cara ini, potongan kacang bisa dihilangkan sehingga anak bisa bernapas bebas lagi," jelas Uday Nadkarni, konsultan spesialis anak.
Nadkarni menambahkan bahwa kejadian ini harus membuat orang lebih sadar akan bahaya memeberikan makanan yang sulit untuk dikunyah anak-anak terutama karena faktor gigi mereka yang belum berkembang.
Pasca insiden yang terjadi tanggal 30 Juli lalu itu, orang tua Krishna, Satyapal Yadav dan Guddidevi mengaku lega. "Potongan kacang itu sudah hilang dan sekarang kondisi Krishna sudah normal. Kejadian ini bisa jadi pengalaman bagi kita semua," tutur Yadav.
(vit/vit)










































