Autisme sebenarnya tidaklah menular. Seorang anak bisa mengidap autis karena kelainan perkembangan sistem saraf yang dialaminya sejak lahir. Tapi sebuah studi baru menemukan risiko autisme ini dapat 'menurun' ke saudara kandungnya hingga tujuh kali lipat.
Bahkan menurut studi dari Denmark ini, risiko autisme anak juga tinggi jika kakak tirinya mengidap autism spectrum disorder (ASD), meski tak setinggi risiko autis yang dihadapi saudara kandung, terutama kalau keduanya memiliki ibu yang sama.
"Saya kira banyak peneliti autisme yang sepakat bahwa penyebab autisme itu banyak dan kadang sangat kompleks. Namun jika kita hanya melihat faktor genetik saja maka kita akan menemukan tingkat kejadian yang lebih tinggi," tandas Therese Gronborg, yang memimpin studi dari Aarhus University, Denmark ini, seperti dikutip dari Foxnews, Minggu (25/8/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut peneliti, kecenderungan saudara muda untuk didiagnosis dengan autisme jika kakaknya mengidap ASD bervariasi antara 4,5 hingga 10,5 persen, dan rata-rata tujuh persen. Namun peneliti mengaku tak ada tren kenaikan maupun penurunan yang jelas selama berlangsungnya studi ini.
Tapi untuk saudara tiri, risiko autis ekstranya jauh lebih kecil; saudara tiri beda ibu hanya berisiko 1,5 kali lebih besar untuk mengidap ASD. Sedangkan saudara tiri beda ayah berisiko 2,4 kali lebih besar mengidap autis jika kakak laki-laki atau perempuannya juga autis.
Dalam laporannya yang dipublikasikan JAMA Pediatrics, Gronborg menerangkan bisa jadi risiko autisme yang dimiliki anak ini diakibatkan oleh gaya hidup sang ibu selama masa kehamilan atau gangguan pada lingkungan intra uterin (dalam rahim). "Tapi bisa juga karena pola asuhnya," tambahnya.
Setidaknya menurut Gronborg dan rekan-rekannya, risiko autisme pada anak jika kakaknya mengidap autis yang hanya sebesar tujuh persen takkan terlalu membuat para orangtua khawatir.
(up/up)










































