Cameron yang diketahui sebagai siswa kelas 8 di Haas Middle School, Corpus Christi, Texas, meninggal setelah beberapa hari mengalami koma dan mendapatkan perawatan intensif di Driscoll Children's Hospital. Diungkapkan oleh tim medis yang merawatnya, ia mengalami koma karena pembengkakan di otak.
Saat itu, Cameron sedang bermain sepakbola dengan sekolah tetangganya, Hamlin Middle School, saat tiba-tiba Cameron berteriak bahwa ada semut di kakinya. Pelatihnya kemudian berlari ke arahnya dan berusaha menjauhkan semut tersebut dari kaki Cameron menggunakan air botol. Tak lama setelah itu, Cameron mulai lemas dan akhirnya hilang kesadaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi peristiwa ini, pihak sekolah menyatakan bahwa lapangan sepak bola tersebut untuk sementara waktu tidak akan digunakan sampai kasus selesai diinvestigasi dan semut-semut tersebut akan dibasmi. Seorang ahli alergi di Atlanta Allergy and Asthma Clinic, Dr Stanley Fineman, mengungkapkan bahwa melihat reaksi Cameron, ia menduga semut yang ada di lapangan tersebut adalah semut api.
Menurutnya, semut api tersebut bisa saja berwarna merah atau hitam. Semut itu diketahui sebagai satu-satunya semut yang dapat menyuntikkan racun dan memicu reaksi alergi. Reaksi yang muncul bisa bervariasi dari gatal, benjolan merah atau shock anafilaksis.
"Pada beberapa pasien, satu sengatan bisa memicu reaksi yang mengancam jiwa," ungkap Dr Fineman, seperti dikutip dari ABC News, Selasa (17/9/2013).
(/)











































