Haid Tak Teratur pada Remaja Bisa Berarti 'Bom Waktu'

Haid Tak Teratur pada Remaja Bisa Berarti 'Bom Waktu'

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 17 Sep 2013 12:35 WIB
Haid Tak Teratur pada Remaja Bisa Berarti Bom Waktu
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Beberapa perempuan memiliki siklus menstruasi atau haid yang memang tidak teratur. Pada remaja, kondisi seperti ini perlu diwaspadai karena bisa saja menandakan gejala penyakit serius yang baru akan muncul di kemudian hari.

Para ahli menyarankan para remaja yang memiliki siklus haid tidak teratur, untuk memeriksakan kemungkinan Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS). Kondisi ini dipicu oleh kelebihan androgen, yakni hormon seks yang umumnya lebih dominan pada laki-laki.

Ketidak seimbangan hormon pada PCOS erat hubungannya dengan pertumbuhan dan pelepasan sel telur dari ovarium. Akibatnya, bukan cuma siklus menstruasi saja yang menjadi tidak teratur, tetapi juga peluang untuk memiliki keturunan juga menjadi lebih kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain haid yang tidak teratir, PCOS juga dicirikan dengan beberapa gejala lain. Di antaranya seperti dikutip dari Indiavision, Selasa (17/9/2013), adalah kelebihan berat badan, pertumbuhan rambut-rambut halus di wajah dan bagian tubuh lainnya, penipisan rambut di kepala, jerawat, dan ketidaksuburan.

Perempuan dengan PCOS juga cenderung lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi, kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia, dan bahkan kanker endometrium. Resistensi insulin juga kerap menyertai sindrom ini, sehingga lebih rentan mengidap diabetes.

Suzanne Kavic, MD, direktur Reproductive Endocrinology di Loyola University Health System mengatakan, gejala-gejala tersebut bisa mengganggu remaja di masa-masa pubertas. Terlebih pada masa-masa tersebut, para remaja paling banyak mengalami stres.

Untungnya, PCOS yang terdeteksi sejak dini bisa ditangani untuk meminimalkan dampaknya. Penanganannya antara lain dengan kombinasi olahraga, modifikasi diet dan obat, serta menurunkan berat badan bagi yang mengalami kegemukan. Kadang, terapi hormon juga diberikan untuk membuat siklus haid lebih teratur.

(up/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads