Sebuah universitas di provinsi Guangdong meminta mahasiswa baru untuk mendatangani kontrak pada hari Minggu untuk bertanggung jawab atas kasus bunuh diri dan cedera yang dialaminya. Artinya universitas tidak bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada mereka.
Sesuai dengan kontrak, para siswa harus menanggung semua tanggung jawab dan konsekuensi jika mereka melakukan bunuh diri atau melukai diri sendiri di kampus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun seorang pejabat perguruan tinggi, yang tidak disebutkan namanya dan tidak akan mengungkapkan rincian kasus, membantah kontrak tersebut ada hubungannya dengan kasus penusukan di tahun ajaran lalu. "Kontrak ini hanya 'kode etik asrama'," ujar pejabat tersebut.
Perguruan tinggi mengharapkan mereka akan mematuhi aturan sekolah dan mengurus diri sendiri setelah menandatangani kontrak.
Pada hari Minggu, beberapa mahasiswa mengatakan mereka bisa memahami keputusan sekolah, karena banyak kasus bunuh diri dan melukai diri saat ini yang tidak ada hubungannya dengan tekanan studi. Namun bunuh diri biasanya berkaitan dengan masalah cinta, tekanan kerja, latar belakang keluarga dan masalah interpersonal.
Bagaimanapun kontrak seperti ini pastinya banyak mendatangkan protes dari para orang tua, karena orang tua beranggapan bahwa seharusnya sekolah ikut bertanggung jawab. Banyak orang tua yang mengatakan bahwa ini adalah cara bagi perguruan tinggi untuk menghindari tanggung jawab.
Seorang ayah, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa ia mengirim anaknya ke asrama unversitas karena ia percaya itu adalah lingkungan yang aman bagi siswa.
"Universitas seharusnya tidak melempar tanggung jawab ketika ada hal-hal yang terjadi di kampus," katanya.
Xiong Bingqi, wakil direktur 21st Century Education Research Institute mengatakan, "Merupakan manajemen yang sederhana dan kasar ketika meminta siswa untuk menandatangani kontrak sangkalan bunuh diri.
Xiong mendesak universitas dan perguruan tinggi untuk lebih memperhatikan perbaikan lingkungan hidup dan belajar bagi siswa untuk mencegah kasus seperti itu terjadi.
(vit/vit)











































