Obesitas dan Kuntet, Beban Ganda Pertumbuhan Anak

Obesitas dan Kuntet, Beban Ganda Pertumbuhan Anak

Tsalis Annisa - detikHealth
Jumat, 27 Sep 2013 08:41 WIB
Obesitas dan Kuntet, Beban Ganda Pertumbuhan Anak
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Nutrisi seimbang sangat dibutuhkan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Tanpa gizi yang seimbang, anak bisa tumbuh dengan tinggi badan rendah alias kuntet ataupun obesitas. Obesitas dan kuntet memang menjadi beban ganda dalam pertumbuhan anak.

"Faktanya survei yang dilakukan pada tahun 2008 adalah semua anak dari keluarga status sosial menengah ke atas sampai bawah mereka semua kekurang nutrisi. Mereka mengalami double burden," tutur Oi PO Leong,
Research and Development Director, PT Nutricia Sejahtera Indonesia.

Hal ini disampaikannya pada acara peluncuran Bebelac Complete Fruit And Veggies di Hotel Ritz Carlton, Jalan Dr. Ide Anak Agung Gde Agung, Kav 1, No 1, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Jumat (27/9/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data yang didapatkan dari Nutriplanet, sebuah penelitian terhadap situasi gizi di semua negara, menyebutkan bahwa double burden atau beban ganda adalah di mana anak dengan masalah berat badan juga mengalami masalah terhadap tinggi badannya serta anemia.

Hasil penelitian Nutriplanet yang sejalan dengan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa 27,7 persen anak Indonesia usia 1 - 4 tahun menderita anemia karena kekurangan zat besi yang mana dapat mengakibatkan pertumbuhan dan pencapaian kognitifnya.

Selain itu, 36,8 persen anak Indonesia 1-5 tahun mengalami gangguan pertumbuhan, akibat kurang mikronutrien. Bahkan menurut The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) anak usia 1-5 tahun sudah cenderung mengalami anemia. Kurangnya beragam nutrisi dan vitamin yang masuk ke dalam tubuh anak, diakibatkan oleh pola makan anak yang tidak sehat, anak sulit makan, serta asupan makan anak sehari-hari yang kurang mengandung nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan.

"Hal inilah yang menjadi kekhawatiran yang sangat menghantui saya, terlebih lagi saya juga seorang ibu yang paham bagaimana kekhawatiran ibu pada tumbuh kembang anaknya. Maka dari itu, kami mencari cara bagaimana
agar anak pada usia 1 sampai 5 tahun ini tidak kurang nutrisi dan vitamin, bisa tumbuh sehat dan lebih tinggi dari saya," kata Oi Po.

(/mer)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads