"Saat itu saya berbaring bersamanya di atas kasur sambil menyanyikan lagu-lagu One Direction kesukaannya. Lengan saya memeluk tubuhnya dan saya merasakan hembusan nafas terakhirnya," kisah sang ibu, Jade Ellerby (25).
Bocah berusia empat tahun tersebut ketahuan jatuh sakit setelah pergi menonton film bersama kedua orangtuanya. Keesokan paginya, Alexia langsung dirujuk dokternya ke Rotherham Hospital dimana ia diduga mengidap leukemia. Dari situ Alexia dibawa ke Sheffield Children’s Hospital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bocah yang berasal dari Kimberworth Park, Rotherham ini sempat menjalani kemoterapi dan cangkok sumsum tulang belakang. Tapi ternyata semua itu tak sanggup membuat Alexia hidup bertahan lama lagi. "Kami baru menyadari jika Alexia kehilangan warna tubuhnya dan terlihat menguning. Sejak itu dunia kami berguncang. Ini terjadi begitu cepat," kata Jade.
Alexia memang dipindahkan ke ruang perawatan intensif, namun dokter menyadari ketika scan MRI dilakukan, Alexia tak lagi dapat diselamatkan. "Ia tak pernah bangun lagi setelah di-scan. Pada dasarnya ini hanyalah masalah waktu. Mereka bilang kami bisa menahannya selama mungkin tapi ia akan pergi juga tanpa kita ketahui atau kita bisa memutuskan untuk mematikan mesin penunjang kehidupannya," imbuh Jade.
Jade dan suaminya Gaz McArthur (28) dilema. Di satu sisi mereka tak sanggup mematikan mesin penunjang kehidupan putri kesayangan mereka itu, tapi di sisi lain mereka tak ingin Alexia menderita lebih lama lagi.
"Kami hanya memakaikannya piyama dan menemaninya sepanjang waktu hingga keesokan pagi. Ia begitu terlihat damai dan nyaman," ujar Jade.
Saat Alexia meninggal, ada lebih dari 50 kerabat dan rekan-rekannya yang menunggui si kecil di rumah sakit. Tak terkecuali kakak perempuannya, Kenzie. Keluarga mereka juga menerima ribuan pesan yang berisi dukungan dan simpati.
"Kami sangat berterima kasih pada staf rumah sakit atas apa yang telah mereka lakukan dan dukungan dari semua orang. Kami kewalahan dibuatnya," tandas Gaz.
Jade dan Gaz juga takkan pernah lupa tentang memori-memori indah bersama Alexia. "Kata-kata takkan mampu menjelaskan betapa berartinya dia bagi kami atau betapa cantiknya dia di mata kami," tutup Jade seperti dilansir Daily Mail, Selasa (29/10/2013).
Acute lymphoblastic leukaemia merupakan kanker sel darah putih yang berkembang dengan cepat dan agresif. Gejalanya antara lain kulit pucat, sering kelelahan, sesak napas dan infeksi. Ngerinya, jenis kanker ini adalah yang paling sering ditemukan pada anak-anak, diperkirakan setiap satu dari 2.000 anak.
(vit/up)











































