Setelah mengamati rekam medis 49 anak yang pernah mengalami cacar air sekaligus stroke selama studi berlangsung, yaitu 6,5 tahun, peneliti menemukan bahwa anak-anak berpeluang empat kali lebih besar mengidap stroke enam bulan setelah terserang cacar air. Demikian dilansir Livescience, Kamis (31/10/2013).
Peneliti menduga bisa jadi virus penyebab cacar air, yaitu Varisela zoster merusak atau menyebabkan arteri pada si anak meradang, sehingga meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah, yang pada akhirnya berujung pada stroke. Lagipula menurut peneliti, virus cacar air dapat berkembang biak dalam dinding-dinding arteri di otak dan hal ini juga bisa memicu stroke.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, studi baru yang dilakukan tim peneliti dari London School of Hygiene and Tropical Medicine ini memberikan bukti tambahan adanya kaitan antara cacar air dengan stroke. Pasalnya studi lain yang dirilis pada tahun 2001 juga menemukan 31 persen anak yang mengidap stroke ternyata terserang cacar air setahun sebelumnya.
"Setidaknya studi ini menggambarkan pentingnya imunisasi melawan virus Varicella untuk mengurangi risiko komplikasi dari cacar air, meski kasusnya sangat jarang," tanggap Dr. Warren Lo, seorang pakar neurologi dari Nationwide Children's Hospital, Columbus, Ohio, yang tidak terlibat dalam studi ini.
(vit/vit)











































