Ketua tim pengkaji kebijakan baru ini, Dr Victor Strasburger merasa meski berada di tengah maraknya cyberbullying (bullying di dunia maya) dan kecanduan ponsel pintar, terutama di kalangan generasi muda, banyak orang tua yang tak tahu apa-apa soal efek merugikan dari penggunaan teknologi secara berlebihan.
"Saya jamin jika Anda mempunyai seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dengan fasilitas internet di kamar tidurnya, bisa dipastikan ia akan rutin menonton konten-konten pornografi," terangnya seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (1/11/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagipula penggunaan teknologi secara berlebihan telah lama dikaitkan dengan gangguan tidur, risiko bullying, obesitas dan performa akademis yang buruk, terutama pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Kebijakan yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics tersebut juga menyebutkan temuan sebuah studi pada tahun 2010. Studi ini menemukan anak-anak Amerika yang berusia antara 8-18 tahun tercatat menghabiskan waktu hingga tujuh jam dalam sehari hanya untuk berinteraksi dengan teknologi.
Rekomendasi ini kebetulan dirilis beberapa minggu menyusul adanya kasus menyedihkan tentang meninggalnya seorang gadis asal Florida berusia 12 tahun yang bunuh diri setelah sejumlah orang 'menyiksa' mental gadis itu di internet dengan cara memaksanya bunuh diri melalui pesan-pesan jahat yang ditujukan padanya.
Studi lain dari lembaga nonprofit Common Sense Media juga menambahkan tingginya ketergantungan generasi muda pada teknologi baru. Hampir 40 persen anak berusia di bawah dua tahun telah banyak menggunakan ponsel pintar dan tablet. Menurut riset tersebut, angka ini melonjak hingga 10 persen lebih banyak dari dua tahun lalu.
75 Persen anak berusia di atas 8 tahun juga sudah banyak yang memanfaatkan teknologi tersebut, angkanya bahkan terhitung dua kali lipat daripada persentase anak penggila gadget di tahun 2011.
(/)











































