Psikolog: Anak Itu Bukan \'Cetakan\' Orang Tua

ADVERTISEMENT

Psikolog: Anak Itu Bukan 'Cetakan' Orang Tua

- detikHealth
Selasa, 19 Nov 2013 16:59 WIB
ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Setiap orang tua memang ingin memberikan yang terbaik pada anaknya supaya mereka bisa menjadi seseorang yang sukses, berhasil, dan cakap nantinya. Namun, tak jarang keinginan seperti itu justru membuat orang tua tak sadar sering memaksakan kehendaknya. Padahal anak bukan 'cetakan' orang tuanya.

"Anak bukan orang dewasa kecil atau miniatur orang tua. Sebab, banyak orang tua yang berpikiran bahwa kriteria anak yang baik adalah yang menurut. Sudahkan Anda lihat anak sebagai bocah dan bukan cetakan orang tua?" kata psikolog Tika Bisono.

Menurut Tika, sama halnya seperti istri atau suami pasti tidak mungkin menjadi 'cetakan' dalam artian menjadi seperti apa yang dimau oleh pasangannya, begitu juga dengan anak. Oleh karena itulah, orang tua sebaiknya tidak memaksakan kehendaknya pada anak, termasuk ketika anak sedang mengerjakan sesuatu.

"Wajar kalau baru pertama dia buat mainan atau ngerjain sesuatu itu salah. Anak itu individu yang sedang belajar. Tapi banyak orang tua yang menganggap dia sudah mampu dan pasti gagal. Padahal, anak itu belum mampu dan sedang belajar sehingga dia tidak akan bisa menghasilkan sesuatu pertama kali seperti apa yang diinstruksikan," papar Tika.

Penjelasan itu diberikan Tika dalam Smart Talkshow 'Memilih Mainan yang Tepat untuk Si Buah Hati' di Fx Sudirman, Jakarta, Selasa (19/11/2013). Wanita yang juga menjadi pengajar di Universitas Mercubuana ini juga mengatakan, secara tidak sadar orang tua sering memaksakan kehendaknya pada anak dalam masalah sepele.

Misalnya memaksa untuk memakaikan baju apa yang akan dipakai anak. Atau ketika anak berkreasi mewarnai gambar, maka warna yang dipakai anak sering disalahkan orang tua. Hal seperti itu menurut Tika bisa menghambat kreativitas anak dan membuat anak kurang percaya diri.

"Biarin saja dia mau ngewarnain pakai warna apa. Misalnya saya pernah ketemu orang tua, anaknya mewarnai Batman warna hitam semua, itu disalahin lho. Sebaiknya justru pancing kreativitas anak kenapa kok bajunya hitam si Batmannya. Kalau anak jawab iya bajunya lagi dicuci, itu kan anak cerdas berarti," terang Tika.

Pemaksaan kehendak seperti itu, sebut Tika, bisa membuat kreativitas anak terhambat, membuat anak mengalami gangguan misalnya bertindak seenaknya, cenderung melawan pada orang lain, dan tidak percaya diri.

"Memang orang tua berharap yang terbaik bagi anaknya, tapi jangan paksa anak dengan kerangka pemikiran orang tua. Tuhan itu menciptakan manusia enggak pernah sama," pungkas Tika.

(vit/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT