Telinga Balita Ini Cedera Diduga Akibat Digigit Temannya di Penitipan Anak

Telinga Balita Ini Cedera Diduga Akibat Digigit Temannya di Penitipan Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 20 Nov 2013 15:15 WIB
Telinga Balita Ini Cedera Diduga Akibat Digigit Temannya di Penitipan Anak
Daniyaal dan orang tuanya (Foto: Birmingham Mail)
Birmingham - Ketika dititipkan orang tuanya di tempat penitipan anak, balita bernama Daniyaal Abubaker ini mengalami cedera di telinga kanannya yang diduga akibat digigit oleh balita lainnya.

Insiden itu membuat sebagian telinga Daniyaal, seorang bocah asal Birmingham, Inggris, robek. Balita ini membutuhkan sepuluh jahitan dan harus di rawat inap selama dua malam di rumah sakit. Menurut sang ibu, Afsha (26) bagian telinga Daniyaal yang hilang dan belum ditemukan, memicu kekhawatiran bahwa balita lain mungkin telah 'memakan'nya.

"Kami masih belum tahu apa yang terjadi pada anak kami sampai hari ini. Tapi melihat anak Anda kesakitan dan kehilangan sebagian telinganya itu sangat mengerikan. Saya tak bisa berhenti menangis, Daniyaal juga mengalami trauma," tutur Afsha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Afsha juga mengatakan bahwa dirinya dihubungi pemilik Mucky Pups Day Nursery di Garretts Green Birmingham, Paula Tidmus yang mengatakan telinga anaknya terluka dan perlu dijahit. Saat itu, Afsha pun meminta adik iparnya untuk menjemput putranya.

Daniyaal kemudian dibawa ke Birmingham Children's Hospital dan menjalani operasi. Menurut Afsha, saat ini putranya tak hanya menderita secara fisik tapi juga mental. Sebab, Daniyaal akan marah dan ketakutan ketika ada orang yang ingin menciumnya dan mengarahkan wajah ke telinganya.

"Aku sudah menghubungi polisi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Aku sudah bertanya pada Paula tapi dia mengatakan bahwa balita lain yang sudah menggigit telinga Daniyaal," kisah Afsha seperti dilansir Daily Mail, Rabu (20/11/2013).

Pihak Mucky Pups Day Nursery pun sampai ssekarang enggan berkomentar. Sementara itu, pihak penyidik mengatakan bahwa tempat penitipan anak tersebut tidak memiliki sistem keamanan yang tepat dan memadai. Termasuk, staf di sana tidak mengajari bagaimana anak melakukan kegiatan dengan aman.

"Penyidikan tetap berlangsung dan saat ini kami sedang dalam proses menghubungi keluarga dan instansi terkait termasuk pekerja sosial untuk anak-anak," kata juru bicara kepolisian setempat.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads