Ini artinya generasi anak masa kini tidak bisa lari sejauh atau secepat orangtuanya saat usia mereka sebaya. Dari studi ini tercatat bahwa rata-rata anak-anak zaman sekarang butuh waktu 90 detik lebih lama untuk bisa berlari sejauh satu mil (1,5 km) daripada anak-anak seusianya 30 tahun lalu.
Temuan yang dipresentasikan dalam pertemuan American Heart Association baru-baru ini pun dikatakan sebagai yang pertama memperlihatkan penurunan tingkat kebugaran anak di penjuru dunia dalam kurun tiga dekade belakangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi ini, peneliti Grant Tomkinson, Ph.D., pakar fisiologi olahraga dari School of Health Sciences, University of South Australia menganalisis data dari 50 studi tentang ketahanan dan kesehatan kardiovaskular 25 juta partisipan berusia 9-17 tahun di seluruh penjuru dunia, yang berlangsung antara tahun 1964-2010.
"Kebugaran yang dimiliki generasi muda itu beragam. Ada yang kuat layaknya atlet angkat besi, atau fleksibel seperti pesenam atau terampil seperti pemain tenis. Namun sebenarnya jenis kebugaran yang paling penting bagi kesehatan adalah 'kebugaran kardiovaskular', yaitu kemampuan untuk berolahraga secara intens dalam waktu yang panjang seperti berlari beberapa kali putaran," terang Tomkinson.
Setelah mengukur seberapa jauh jarak yang dapat ditempuh partisipan selama 5-15 menit dan berapa kecepatan lari mereka dalam jarak tertentu, peneliti dapat menyimpulkan jika ketahanan kardiovaskular anak di seluruh dunia cenderung menurun, bahkan di sejumlah negara terlihat adanya penurunan yang lebih signifikan dari negara lainnya. Dilaporkan bahwa anak-anak jaman sekarang memiliki tingkat 'kebugaran kardiovaskular' 15 persen lebih rendah daripada orangtuanya dulu.
"Perubahannya cenderung sama baik bagi anak laki-laki maupun perempuan dari berbagai usia, namun berbeda menurut wilayah geografis mereka," tandas Tomkinson seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (21/11/2013).
Penurunan kebugaran ini tampaknya cenderung stagnan di negara-negara Eropa, Australia, dan Selandia Baru, serta dalam beberapa tahun belakangan di Amerika Utara. Tapi di China, tingkat kebugaran anak juga makin lama makin menurun, begitu pula dengan Jepang. Hingga diperoleh fakta bahwa tingkat kebugaran kardiovaskular anak dan remaja berusia 9-17 tahun menurun sebesar lima persen untuk tiap dekade sejak tahun 1975.
Tomkinson dan Daniels pun sepakat jika obesitas memainkan peranan penting di balik fenomena ini, karena kondisi tersebut membuat anak kesulitan untuk berlari ataupun melakukan latihan aerobik. Belum lagi dengan adanya kebiasaan terlalu banyak menonton televisi, bermain video game dan kurangnya pilihan permainan outdoor untuk anak.
(/)










































