Studi Ini Sebut Seks Bebas Bisa Picu Keinginan Remaja untuk Bunuh Diri

Studi Ini Sebut Seks Bebas Bisa Picu Keinginan Remaja untuk Bunuh Diri

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 21 Nov 2013 17:02 WIB
Studi Ini Sebut Seks Bebas Bisa Picu Keinginan Remaja untuk Bunuh Diri
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di beberapa negara, termasuk Indonesia, seks bebas sudah dipastikan menyalahi norma yang berlaku. Selain itu, bisa berisiko buruk bagi kesehatan misalnya terjadi infeksi menular seksual (IMS). Tak berhenti sampai di situ, seks bebas juga bisa menyebabkan depresi dan bahkan menimbulkan pikiran untuk bunuh diri.

Adalah para peneliti dari Ohio State University yang mewawancarai sekitar 10.000 orang dan menemukan bahwa remaja yang mengalami depresi lebih mungkin terlibat dalam seks bebas. Namun, setelah itu mereka juga secara serius mempertimbangkan untuk bunuh diri.

"Beberapa studi telah menemukan hubungan antara kesehatan mental yang buruk dan seks bebas. Studi ini memberi bukti bahwa kesehatan mental yang buruk bisa menyebabkan seks bebas tapi juga sebaliknya seks bisa menyebabkan penurunan bagi kesehatan mental," kata penulis utama studi Dr Sara Sandberg-Thoma.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Partisipan penelitian berasal dari 80 sekolah di Amerika. Peneliti mewawancarai mereka ketika duduk di kelas 1 SMP sampai 3 SMA. Kemudian, mereka diwawancarai lagi ketika berusia 18-26 tahun.

Mereka ditanya tentang hubungan seks bebas, depresi, dan pikiran untuk bunuh diri. Sebanyak 29 persen partisipan mengaku pernah melakukan seks bebas dengan persentase pria 33 persen dan wanita 24 persen.

"Hasil penelitian menemukan bahwa setiap hubungan seks menambah kemungkinan pikiran remaja untuk bunuh diri sebesar 18 persen. Lebih mengejutkan masih ada standar dalam masyarakat yang mengatakan seks bebas masih sah-sah saja pada pria tapi tidak pada wanita," papat Dr Claire Kamp Dush, professor of human sciences di Ohio State University.

"Padahal sudah jelas bahwa seks bebas bisa memperburuk kesehatan mental seseorang," lanjut Dush, demikian dilansir Daily Mail, Kamis (21/11/2013).

Menurut Sara, setidaknya studi ini bisa mengidentifikasi remaja-remaja yang memiliki kesehatan mental yang buruk kemudian bisa dilakukan intervensi agar mereka tidak melakukan seks bebas. Sehingga, kondisi kesehatan mental mereka tidak memburuk.

Selain itu, yang paling penting adalah mencegah para remaja untuk tidak melakukan seks bebas yang jelas-jelas bisa memperburuk kondisi kesehtaan mentalnya yakni depresi dan memicu keinginan bunuh diri.





(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads