Mereka menguji ini pada pasien autis dan yang non-autis. Kedua kelompok partisipan ini dapat mengidentifikasi wajah 'senang' atau 'takut', sebagai tanda bahwa amygdala mereka bekerja dengan baik. Namun ketika para peneliti menguji bagaimana kedua kelompok ini mengidentifikasi ekspresi wajah, mereka menemukan bahwa kelompok pasien autis cenderung menilai dan membaca informasi wajah dari wilayah mulut, bukan mata.
Para pasien autisme memang memiliki kesulitan untuk fokus pada kontak mata, tetapi justru fokus pada mulut. Para peneliti dari Cedars, Caltech, dan Huntington Memorial Hospital menguji pasien yang otaknya sudah dimasukkan alat pendeteksi elektronik sebagai bagian dari prosedur operasi pengobatan epilepsi, yaitu gangguan yang juga meliputi amygdala. Dua di antara pasien tersebut ternyata mengalami autis. Demikian dikutip detikHealth dari Los Angeles Times pada Kamis (28/11/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir tidak ada perbedaan sama sekali. Mereka (pasien autis) memiliki amygdala yang bekerja dan merespons dengan kekuatan yang sama. Ini penting untuk diketahui, sebab ternyata amygdala mereka berfungsi serupa dengan manusia normal," ungkap Ueli Rutishauser, seorang neurosaintis di Cedars-Sinai yang memimpin penulisan studi jurnal Neuron.
Ueli menambahkan, "Neuron yang terekam dari pasien autis cenderung menghindari mata. Mereka memiliki respons yang sensitif dengan wilayah sekitar mulut. Kini menjadi jelas perbedaannya. Bukan berarti mata tidak penting bagi penderita autis. Mereka memang tidak menggunakan informasi yang disampaikan melalui mata. Mereka hanya menggunakan strategi berkomunikasi yang berbeda."
Penemuan dalam penelitian ini menguatkan argumen, bahwa penderita autis tidak memiliki masalah dengan sistem saraf, hanya saja bagaimana populasi neuron di dalamnya terspesialisasi.
"Apakah abnormalitas ini disebabkan oleh disfungsi amygdala? Bisa jadi. Tapi apakah ini juga disebabkan oleh disfungsi bagian lain di korteks? Ya, mungkin iya juga. Yang jelas sekarang kami sangat senang bisa membuktikan ini," sebut Ueli.
(/up)










































