Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti yang diketuai oleh Keri Jo Sawka dari Department of Community Health Sciences, University of Calgary, Alberta, Kanada setelah me-review 13 studi tentang hubungan antara jaringan pertemanan, jumlah aktivitas fisik dan gaya hidup sedenter (tidak aktif) pada anak.
Dalam hal ini peneliti hanya memilih studi-studi yang melibatkan partisipan anak berusia 6-18 tahun, mengukur jaringan pertemanan anak melalui 'nominasi pertemanan' (misal anak mengidentifikasi teman-temannya dari daftar absen kelas) atau 'pertemanan yang didasarkan penilaian tertentu' (seperti anak menentukan sendiri siapa yang mereka paling sering ajak bermain); serta mengukur aktivitas fisik atau sedenter, baik lewat observasi langsung atau pelaporan mandiri, dari si partisipan anak maupun teman-temannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga dari 13 studi juga mengukur aktivitas sedenter partisipan, di samping mengamati aktivitas fisiknya. Termasuk menghitung berapa lama waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi dan video, bermain video games atau permainan di komputer dan penggunaan internet.
Peneliti pun mempertimbangkan sejumlah faktor yang disinyalir dapat mempengaruhi aktivitas fisik partisipan, antara lain usia, jenis kelamin, status berat badan, status sosioekonomi berikut tingkat pendidikan orangtuanya.
Dari situ disimpulkan bahwa aktivitas fisik seorang anak sangat berkaitan dengan aktivitas fisik teman-temannya. Dengan kata lain, apabila seorang anak mempunyai teman yang bugar dan aktif, maka si anak juga lebih cenderung memiliki tingkat keaktifan yang sama. Demikian dilansir Huffingtonpost, Kamis (5/12/2013).
Kendati begitu peneliti tidak melaporkan adanya persaingan antarteman dalam hal aktivitas fisik maupun tingkat kebugaran. Pun mereka tidak menemukan keterkaitan antara pengaruh teman terhadap kebiasaan sedenter partisipan seperti menonton TV atau bermain video games.
Dengan adanya temuan ini, peneliti memiliki gagasan untuk melakukan intervensi kelompok pada anak-anak yang sulit melakukan aktivitas fisik atau cenderung mempunyai gaya hidup sedenter.
(/)











































