TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Sebagai salah satu penyakit infeksi dengan angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia, penyakit ini ditularkan lewat udara (melalui percikan dahak pasien TB). Proporsi kasus TB anak di antara semua kasus yang diobati di Indonesia dari 2007-2012 berkisar pada 7,9 persen sampai 12 persen.
"TB anak itu merupakan salah satu bagian dari program penanggulangan TB. Memang dulu pertama-tama lebih banyak ditangani TB pada dewasa, karena TB dewasalah yang menularkan pada orang lain. TB anak itu tidak menularkan pada orang lain," ujar Prof dr Tjandra Yoga Aditama, selaku Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gejala TB pada anak seringkali sulit dikenali dan tidak khas. Beberapa di antaranya yaitu penurunan berat badan, lemah dan lesu. Jika batuk merupakan gejala utama TB yang perlu diperhatikan pada orang dewasa, maka tidak pada anak. Ya, batuk pada anak bukanlah gejala utama TB.
Anak berusia di bawah 3 tahun dan dengan malnutrisi memiliki risiko paling tinggi untuk terkena TB. TB terutama menyerang paru, tapi 20-30 persen TB pada anak juga menyerang organ lainnya. Bayi dan balita paling berisiko terkena TB berat seperti meningitis TB, yang bisa menimbulkan buta, tuli serta kelumpuhan.
Kendala utama penatalaksanaan TB anak adalah pada penegakan diagnosis. Kesulitan menemukan kuman penyebab pada TB anak menyebabkan penegakan diagnosis TB memerlukan kombinasi dari gambaran klinis dan pemeriksaan penunjang. Diagnosis TB anak tidak bisa diberikan hanya berdasarkan foto rontgen dada.
"Hanya memang cara diagnosisnya berbeda. Kalau pada TB dewasa sudah ada mekanismenya sendiri yang relatif lebih sederhana. Nah, kalau TB anak kita gunakan algoritma, jadi bukan hanya dari satu atau dua pemeriksaan saja," terang Prof Tjandra.
Pendekatan diagnosis TB anak menggunakan sistem skoring. Sistem khusus ini merupakan pembobotan terhadap gejala, tanda klinis dan pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan di rumah sakit. Masing-masing gejala pada sistem skoring nantinya akan dianalisis untuk menentukan apakah termasuk dalam parameter sistem skoring. TB anak dapat disembuhkan meskipun membutuhkan waktu lebih kurang 6-12 bulan dan bergantung pada berat atau ringannya penyakit yang dialami.
(ajg/up)











































