Jatuh dari Kursi Tinggi, Tiap Tahun 9.400 Anak di AS Cedera

Jatuh dari Kursi Tinggi, Tiap Tahun 9.400 Anak di AS Cedera

Ratna Wulandari - detikHealth
Selasa, 10 Des 2013 18:37 WIB
Jatuh dari Kursi Tinggi, Tiap Tahun 9.400 Anak di AS Cedera
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Sebuah studi baru menemukan setiap tahun, sekitar 9.400 anak-anak di AS terluka karena terjatuh dari kursi tinggi. Dokter memperingatkan bahwa meskipun dirasakan aman,anak-anak di kursi tinggi dapat membahayakan juga jika kursi tidak digunakan dengan benar.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tingkat cedera tersebut meningkat sebesar 22 persen selama masa studi, dari tahun 2003 sampai 2010.

Menurut penelitian ini, cedera kepala adalah jenis yang paling umum dari cedera yang berhubungan dengan kursi tinggi, diikuti dengan benjolan atau memar dan luka. Para peneliti melihat anak-anak sebelum berusia 3 tahun yang dirawat di bagian gawat darurat AS karena terjatuh dari kursi, dan hasilnya diterbitkan 9 Desember dalam jurnal Pediatrics Clinical, seperti dikutip dari Fox News, Selasa (10/12/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin bahkan lebih memprihatinkan, tingkat cedera kepala telah meningkat hampir 90 persen antara 2003 dan 2010, dan saya pikir itu menimbulkan pertanyaan, apa yang terjadi?" kata peneliti Dr Gary Smith, direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Cedera di Nationwide Children's Hospital di Columbus, Ohio.

Peneliti juga megatakan hampir semua cedera yang berhubungan dengan kursi tinggi, kebanyakan karena mereka sedang turun, mendaki atau berdiri di atas kursi, hal itu menunjukkan bahwa sistem keamanan pengendalian kursi tidak digunakan, atau rusak.

"Kita tahu bahwa selama beberapa tahun terakhir, jutaan kursi telah ditarik di Amerika Serikat karena tidak memenuhi standar keselamatan. Tapi biasanya, persentase produk yang sangat rendeh benar-benar dikembalikan," ungkap Smith kepada LiveScience.

Banyak orang tua yang membawa anak-anak mereka ke rumah sakit jika terjadi cedera kepala, ada peningkatan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan cedera kepala ringan dan gegar otak," tambah Smith.

Para peneliti juga membandingkan cedera yang berhubungan dengan kursi tinggi dan kursi booster dengan cedera yang berhubungan dengan jenis kursi lain, termasuk kursi tradisional, dan kursi anak-anak. Lebih dari 40.000 cedera yang berhubungan dengan kursi yang dilaporkan setiap tahun selama masa studi, yang berarti empat anak setiap jam cedera karena terjatuh dari kursi.

Anak-anak terluka saat menggunakan kursi tradisional lebih cenderung menderita patah tulang, luka dan memar, dibandingkan dengan anak-anak yang terluka dengan menggunakan kursi tinggi, yang memiliki sistem penahanan.

"Saya percaya kursi tinggi aman,jika digunakan dengan benar, orang tua perlu memeriksa kursi tinggi yang mereka gunakan. Mereka juga perlu berhati-hati untuk menggunakan sistem penahan setiap kali menggunakannya," jelas Smith.

(up/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads