Bukan Jahat, Lemak Justru Nutrisi Paling Penting untuk Otak Anak

Laporan dari Singapura

Bukan Jahat, Lemak Justru Nutrisi Paling Penting untuk Otak Anak

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jumat, 13 Des 2013 09:45 WIB
Bukan Jahat, Lemak Justru Nutrisi Paling Penting untuk Otak Anak
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Singapura - Banyak orang yang fobia dengan kata lemak karena dianggap selalu memberi efek jahat dan menggemukkan. Tapi bagi bayi baru lahir dan balita, lemak justru jadi nutrisi paling penting untuk pertumbuhan otaknya.

Kata lemak seringkali membuat orang takut. Padahal, tidak semua jenis lemak adalah jahat. Sebagian justru sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, terutama jenis lemak tak jenuh.

"Kita harus mengubah persepsi tentang lemak. Kalau pada orang dewasa lemak selalu dianggap jahat karena menyebabkan kegemukan dan penyakit kronis, tapi kalau pada anak lemak justru nutrisi paling penting untuk membantu perkembangan otak," tutur Eline van der Beek, Direktur Riset Nutricia Research, dalam acara 'Kunjungan Media ke R&D Centre Nutricia Singapore', di Helios Building, Biopolis Street, Singapura, ditulis pada Jumat (13/12/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eline menjelaskan, total lemak yang dibutuhkan bayi umur 0-6 bulan adalah 40 hingga 60 persen dari energi. Jumlah total lemak yang dibutuhkan akan berkurang secara perlahan sesuai dengan pertambahan usia, dan bergantung pada aktivitas fisik. Anak usia 6-24 bulan membutuhkan 35 persen lemak, dan 2-18 tahun hanya butuh 25-35 persen.

Dari 35 persen total lemak tersebut, sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 8 persen lemak jenuh (saturated fatty acids atau SFA) atau sering dikenal dengan lemak jahat. Anak-anak dengan riwayat keluarga dengan gangguan profil lipid darah (kadar kolesterol tinggi) perlu mengonsumsi SFA yang lebih sedikit tanpa mengurangi asupan total lemak.

Artinya, sisa dari total lemak yang diperlukan anak harus berasal dari lemak tak jenuh yaitu lemak tak jenuh ikatan ganda (polyunsaturated fatty acids atau PUFA) dan lemak tidak jenuh ikatan tunggal (monounsaturated fatty acids atau MUFA). PUFA dan MUFA penting untuk perkembangan otak anak, dan PUFA inilah yang disebut dengan lemak esensial. Lemak esensial yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan adalah omega 3 dan omega 6.

"Lemak berfungsi untuk mendukung perkembangan dan fungsi otak di awal kehidupan, yang terjadi secara intensif sejak baru berada dalam kandungan hingga umur 2 tahun. Nutrisi ini membuat neuron baru hingga memilih neuron yang tepat," tambah Eline.

Untuk bayi baru lahir, kandungan lemak baik yang dibutuhkan sudah tersedia secara cuma-cuma di dalam air susu ibu (ASI). Setelah terlepas dari ASI, barulah diperkenalkan makanan yang tinggi kandungan lemak baik.

Makanan yang mengandung kadar lemak esensial tinggi antara lain:

1. Ikan laut dalam seperti salmon, tuna, tenggiri, dan kakap
2. Minyak sayur yang tidak dipanaskan terlalu tinggi. Bila dipanaskan terlalu tinggi seperti saat mengoreng, lemak esensial yang ada pada minyak sayur berubah menjadi lemak jenuh yang jahat.
3. Kacang-kacangan
4. Kedelei pada tempe dan tahu
5. Tauge
6. Telur dan susu pertumbuhan yang diperkaya
7. Minyak kelapa
8. Ayam
9. Biskuit asin
10. Alpukat

Selain lemak baik, nutrisi penting lain untuk otak anak adalah vitamin B1, B3, B5, B6, B12, biotin, asam folat, kolin, zink dan zat besi, yang banyak terdapat dalam daging sapi, ikan, ayam, hati, kuning telur, keju, biji-bijian, kacang polong, roti, sereal yang diperkaya, kentang, pisang, sayur-sayuran berdaun, bayam, alpukat, kembang tahu, kembang kol, brokoli, dan yogurt.

(mer/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads