Sindrom ini membuat Ryan mengalami gangguan pertumbuhan tulang sejak di dalam kandungan. Sang ibu, Natasha Williams (26) diberi tahu dokter bahwa bayinya mengalami kelainan ketika melakukan USG di usia kandungan 20 minggu, di mana organ tubuhnya tidak bisa berkembang dengan baik.
"Dokter sempat menyuruhku melakukan aborsi tapi setelah itu kami memutuskan untuk melanjutkan kehamilan karena Ryan layak punya kesempatan hidup," papar Natasha seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (17/12/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang dengan kondisi ini memiliki lengan yang sangat pendek serta kaki dan dada yang sempit. Mereka juga memiliki jari-jari ekstra. Lebih dari separuh bayi yang lahir dengan kondisi ini mengalami cacat jantung. Sindrom Ellis-van Creveld terjadi pada satu dari 60.000 sampai 200.000 bayi yang baru lahir.
"Setelah lahir, Ryan menjalani operasi jantung dan melakukan pemasangan tabung untuk bernapas dan mencerna makanan. Dia berada di rumah sakit selama setahun sebelum aku boleh membawanya pulang," papar Natasha.
Sebelumnya dokter sempat mengatakan Ryan akan mengalami kesulitan untuk berkembang. Tapi yang membuat Natasha bahagia, kini di usia dua tahun Ryan sudah bisa belajar berjalan. Bahkan beberapa saat sebelumnya, Ryan sudah bisa tersenyum dan duduk di rumah sakit sehingga kemungkinan ia tidak memerlukan lagi tabung untuk membantu pernapasannya.
"Ryan akan menjalani operasi untuk menghilangkan jari-jari ekstranya. Kami juga berdiskusi dengan tim dokter untuk mencoba agar Ryan tidak memakai tabung pernapasan lagi. Tapi sebelumnya Ryan harus melakukan tes dan kami terus mengawaninya," pungkas Natasha.
(/)










































