Pada Agustus 2010 silam, Zahra mengalami demam tinggi. Ia kemudian dibawa oleh orang tuanya ke KK Women's and Children's Hospital. Setelah melalui banyak pemeriksaan, Zahra yang saat itu baru berusia dua tahun didiagnosis dengan leukemia. Beruntung ia merespons dengan baik seluruh pengobatan kemoterapi dan Oktober 2013 lalu dokter memberitahu orang tuanya bahwa sudah tidak ditemukan sel-sel leukemia di dalam tubuhnya.
Zahra diketahui tergabung dalam Arc Children's Centre, sebuah pusat pelayanan khusus anak dengan kanker dan penyakit serius lain. Tak ingin terus bersedih mengingat segala yang ia alami di tahun-tahun sebelumnya, Zahra bersemangat mengikuti parade Project Runway to Hope, sebuah acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa kedokteran dari National University of Singapore (NUS) dan Management Development Institute of Singapore (MDIS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi Zahra yang sangat ceria saat ini menurut Azirah sangat berbeda dibandingkan dengan dua tahun lalu. Saat menjalani kemoterapi, Zahra sempat bertanya pada ibunya mengapa rambutnya rontok sangat banyak. "Saya tidak tahu harus menjawab apa, ia saat itu hanyalah seorang anak berusia tiga tahun," tutur Azirah, yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Azirah dan suaminya masih ingat bagaimana sedihnya ketika diberitahu oleh dokter bahwa putri mereka terkena leukemia. Bagaimana tidak, mereka harus melihat sang putri melewati berbagai macam pengobatan. Beberapa di antaranya bahkan membuat Zahra sering mengalami perubahan mood. Jika sedang lapar, Zahra bisa sangat marah dan melempar cangkir ke lantai. Saat menjalani kemoterapi pun ia kerap menangis dan mengeluh betapa hal tersebut menyakitkan baginya.
Oleh sebab itu, ketika kemudian dokter memberikan kabar baik bahwa Zahra dinyatakan sembuh, Azirah sangat bahagia. "Saya menunggu terlalu lama untuk mendengar hal baik ini. Saya kini sangat bahagia ia bisa menjalani kehidupannya dengan normal," ungkap Azirah.
Dalam Project Runway to Hope, anak-anak dari Arc Children's Centre diberikan kesempatan untuk melakukan catwalk ala model dengan berpakaian seperti tokoh putri atau pahlawan super favorit mereka. Acara ini dilakukan dengan tujuan memberikan anak-anak sehari penuh kenangan menarik yang diramaikan juga oleh keluarga dan teman-teman mereka.
Pakaian yang dibuat dalam acara catwalk tersebut dibuat oleh mahasiswa desain MDIS. Anak-anak yang berpartisipasi diperbolehkan untuk memiliki semua aksesoris yang mereka kenakan pada hari istimewa itu.
(ajg/)










































