"Sebenarnya, orang tua ingin pengobatan yang aman dan alami tapi tetap efektif bagi anak-anak mereka," kata Hilary McClafferty, MD, asisten klinis profesor kedokteran di University of North Carolina, Chapel Hill. Nah, untuk mengatasi gangguan kesehatan yang sering menyerang anak-anak, ada beberapa bahan alami yang bisa digunakan, seperti dikutip dari Parents, Jumat (3/1/2014):
1. Chamomile untuk mengobati kolik
Menurut penulis The Holistic Pediatrician, Kathi Kemper, MD, chamomile bekerja dengan menenangkan usus yang kejang. Bahkan beberapa penelitian menemukan bahwa bahan kimia aktif di chamomile memiliki efek yang sama pada otak sebagai obat penenang. Seduh chamomile selama lima menit lalu dinginkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Kayu manis untuk gula darah tinggi
Senyawa aktif kayu manis bisa bekerja langsung pada sel tubuh sehingga kadar gula darah bisa turun, demikan menurut ahli kimia organik Shane Ellison. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kayu manis bisa menurunkan gula darah jika ditambahkan dalam makanan atau minuman.
Dalam penelitian itu, orang dengan diabetes tipe 2 mengalami penurunan kadar gula darah ketika mengonsumsi setengah sampai dua sendok teh bubuk kayu manis. Pada anak, kayu manis hanya bertindak sebagai pelengkap yaitu dengan mengurangi gula yang diganti menggunakan kayu manis.
3. Permen karet atasi asam lambung
"Permen karet merangsang produksi alir liur yang bisa menetralkan asam lambung dan membuat anak lebih mudah menelan. Hal ini bisa membantu mengalirkan makanan ke bawah saluran pencernaan dan mengurangi risiko naiknya asam lambung," papar Leo Heitlinger , MD, ketua American Academy of Pediatrics Section on Gastroenterology, Hepatology and Nutrition.
Penelitian di Inggris menemukan bahwa mengunyah permen karet setelah makan bisa mengurangi asam lambung dan asam di esofagus. Permen karet aman dikonsumsi anak umur empat tahun ke atas. Mengunyah permen karet juga bisa membersihkan makanan serta plak pada gigi.
4. Lidah buaya untuk obati kulit terbakar matahari
Menurut Duffy MacKay, wakil direktur regulasi ilmiah Council for Responsible Nutrition di Washington, D.C, senyawa dalam lidah buaya memberi efek menyegarkan pada kulit terbakar karena membantu mengalirkan darah kaya oksigen ke pembuluh darah kecil.
"Sehingga kulit yang terbakar matahari lebih cepat pulih. Lidah buaya juga bertindak sebagai pelembab dan mempercepat waktu penyembuhan korban luka bakar tingat pertama dan kedua. Anda bisa mengambil manfaat itu dari gel lidah buaya," kata Duffy.
5. Jahe untuk obati perut mual
"Jahe mengandung antipasmodic yang membantu otot di perut tetap berkontraksi sehingga rasa mual bisa berkurang. Studi terhadap orang dewasa yang mabuk menunjukkan orang yang makan kapsul jahe 1.000 mg, rasa mualnya bisa berkurang," papar McCkafferty.
Menurutnya, Anda bisa menyeduh empat ons jahe dengan air selama lima menit dan tambahkan madu sebagai pemanis lalu berikan pada anak.
6. Apel untuk atasi alergi di hidung
Quercetin, flavanoid dalam apel bisa menghambat pelepasan antihistamin, senyawa alergi yang bisa memicu peningkatan produksi lendir, bersin, dan mata berair. Selain dari apel, quercetin juga bisa Anda dapatkan dalam bentuk suplemen.
"Atau cukup tambahkan apel dalam menu harian anak untuk mengatasi gejala alergi. Meski ada makanan lain yang kadang lebih direkomendasikan dokter seperti blueberry, raspberry, dan bawang merah," kata profesor klinis di University of California, Michael J.Welch, MD.
7. Madu untuk solusi batuk
Madu membantu mengurangi rasa sakit anak saat menelan dengan melapisi membran dalam tenggorokan. Bahkan, penelitian di Penn State University menunjukkan 100 anak usia dua tahun atau lebih yang diberi madu 30 menit sebelum tidur, batuknya jadi lebih reda.
Madu juga mengurangi infeksi dan membantu anak tertidur. "Sebaiknya jangan memberi madu pada bayi yang berusia di bawah satu tahun karena sistem kekebalan mereka belum kuat melawan bakteri yang ditemukan dalam beberapa jenis madu," kata Kemper.
8. Probiotik untuk obati diare
Probiotik adalah bakteri sehat dalam yogurt, dadih, minuman kedelai, dan suplemen. Probiotik bisa menghentikan diare dengan menggantikan bakteri baik yang terbunuh obat-obatan.
Penelitian di Journal of Clinical Gastroenterology, probiotik bisa bersifat sebagai antibiotik pada diare anak. Probiotik Lactobacillus reuteri yang banyak terkandung di yogurt menurut McCkafferty adalah salah satu probiotik terbaik.
(rdn/vta)











































