Akibat Penyakit Langka, Balita Ini Tak Dapat Mencicipi Makanan

Akibat Penyakit Langka, Balita Ini Tak Dapat Mencicipi Makanan

Ratna Wulandari - detikHealth
Senin, 06 Jan 2014 12:32 WIB
Akibat Penyakit Langka, Balita Ini Tak Dapat Mencicipi Makanan
dok: Dailymail
Jakarta - Georgia Diamond (16 Bulan), dilahirkan di Wales dengan menderita Gastroschisis yaitu cacat perut langka yang menyebabkan ususnya berkembang di luar tubuhnya. Selama 14 bulan pertama hidupnya, dia menghabiskan waktu di rumah sakit Cardiff dan sudah menjalani enam kali operasi. Kondisi ini telah membuat dia bergantung pada saluran makanan yang dimasukan ke dalam tubuhnya, itu berarti ia tidak pernah mencicipi makanan.

Adapun dastroschisis adalah jenis penyakit dinding perut yang terjadi ketika perut janin tidak berkembang sepenuhnya. Usus biasanya berkembang dalam tali pusat, sebelum bergerak di dalam perut beberapa minggu kemudian. Namun, dalam gastrochisis, dinding abdmonial tidak membentuk sepenuhnya, sehingga usus berkembang di luar tubuh. Kemudian terbuka ketika anak lahir. Demiikian penyakit yang dialami oleh Georgia.

Ibunya, Lisa James (25) mengetahui bahwa kondisi yang dialami oleh puterinya mempengaruhi satu dari 3.000 bayi per tahun di Inggris, dan ia sudah mengetahui kondisi tersebut pada saat kehamilannya menginjak usia 20 minggu. Demikian dilansir Daily Mail, Senin (6/1/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kehamilan itu menakutkan karena saya tidak tahu hal terburuk apa yang akan terjadi pada bayiku. Dan itu sangat menyedihkan dan saya sangat terpukul mendengarnya," katanya.

Pada saat hamil 20 minggu, para dokter memberitahu Lisa bahwa usus Georgia berada di luar. Dan ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan.

"Setelah melahirkan aku harus menemani bayiku selam 14 bulan di rumah sakit, dan itu sangat melelahkan. Dan ia telah menjalani enam operasi sejak lahir. Kami menghabiskan lebih banyak waktu di rumah sakit daripada di rumah kita yang sebenarnya. selama 14 bulan, Georgia hanya diizinkan keluar untuk melihat lingkungan sekitar selama satu jam," jelas Lisa James.

Namun, akhirnya ibu dan ayahnya, Scott Diamond, mampu membawa pulang Georgia pada bulan November tahun lalu dan merawatnya dirumah.

"Natal ini adalah yang terbaik yang pernah kita lalui. Sangat membahagiakan melihat anak kami dapat bermain dengan mainannya," ujar Lisa.

Tapi mengatasi kondisi yang dialami Georgia tidak berarti mudah, ibunya harus memperbaiki saluran makanan yang dipasang memalui hidung untuk mensuplai cairan makanan yang masukan kedalam perut Georgia, dan dibutuhkan setengah jam sehari untuk memasangnya.

Meskipun kondisinya berbeda dari anak lainnya, orang tuanya memperlakukannya seperti anak pada umumnya, termaksud untuk bermain dengan anak-anak seusiuanya. Tapi orangtuanya harus tetap mengawasinya dengan ketat, karena jika dia memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya dan menelannya, orang tuanya harus segera membawanya ke rumah sakit, karena itu sangat membahayakan Georgia.

Lisa James menambahkan bahwa dia berharap Georgia akan mampu menjalani operasi transplantasi di Rumah Sakit Anak Birmingham dalam dua tahun ke depan.

"Mudah-mudahan ketika dia pergi ke Birmingham, dan menjalani transplantasi dokter dapat melakukan sesuatu yang terbaik untuknya dan membuat anak kami dapat menjalankan kehidupannya dengan lebih normal," jelasnya.

(up/up)

Berita Terkait