Di hari pernikahan orang tuanya, Alex dengan bangga berdiri di samping sang ayah. Saat akan dilakukan prosesi penyematan cincin, Alex juga yang memberikan cincin kepada ayahnya. Tak lama, tibalah kesempatan bagi Alex membacakan pidato singkat. Pidato itu dia tulis di sekolahnya.
"Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih atas segala sesuatu yang mereka lakukan untuk saya dan adik saya, Dylan. Meskipun kita bertengkar dan berdebat hanya karena hal-hal konyol, saya sangat mencintainya. Aku mencintai Ayah dan Ibu," ucap Alex dalam pidatonya, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (7/1/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anakku Alex menuliskannya sendiri dan itu sangat mengagumkan. Pidato berjalan dengan sangat baik, Alex begitu yakin, dan semua orang menangis mendengarnya," ujar Kim Cocker, ibu Alex.
Kim menambahkan bahwa ia benar-benar bangga pada putranya ketika menyerahkan cincin kepada orang tuanya. Kim dan suaminya sangat terharu dan mengatakan bahwa Alex telah melakukan hal-hal terbaik meskipun dalam keadaan yang kurang sehat.
"Ini adalah kejutan besar ketika Alex memberi kami berdua hadiah. Dia diam-diam pergi keluar dan membeli hadiah untuk kami seorang diri. Ia membeli jam tangan dan baju untuk ayahnya dan sebuah gelang untuk saya. Alex memang benar-benar anak yang luar biasa dan membuat kami sangat bangga," jelas Kim.
Sebelum Alex didiagnosis menderita leukemia, ayahnya meminta bocah itu untuk menjadi anak yang baik dan untuk menjadi anak yang selalu menyenangkan orang-orang di sekitarnya. Setelah Alex didiagnosis kanker, Luke tidak yakin bahwa Alex akan cukup kuat untuk menjalani pengobatan yang panjang dan menyakitkan selama beberapa tahun ke depan. Hal ini karena Luke merasa bahwa anaknya masih terlalu kecil untuk kuat menghadapi penyakit yang dideritanya.
(vit/vit)










































