Disorot Mainan Laser, Pembuluh Darah di Retina Mata Pecah

Disorot Mainan Laser, Pembuluh Darah di Retina Mata Pecah

Muamaroh Husnantiya - detikHealth
Kamis, 16 Jan 2014 08:04 WIB
Disorot Mainan Laser, Pembuluh Darah di Retina Mata Pecah
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Anak-anak mudah terpikat oleh beraneka jenis mainan, termasuk laser. Mereka menggunakan laser untuk mearik perhatian kucing, mengagetkan orang yang lewat pada malam hari, atau untuk menyoroti teman. Food and Drug Administration (FDA) Amerika memeringatkan bahwa mainan laser berbahaya karena dapat merusak mata.

Beberapa waktu lalu seorang bocah berusia 9 tahun dirawat di rumah sakit karena kedua matanya menjadi buta setelah terkena laser yang disorotkan oleh seseorang. Pemeriksaan menunjukkan bahwa laser tersebut telah memecahkan pembuluh darah pada retina bocah itu sehingga menyebabkan perdarahan. Detil kejadian itu kemudian dipublikasikan secara online dalam JAMA Opthalmology.

"Sampai dia datang, tidak ada yang menyadari bahwa ada cedera yang nyata, dan kami melihat adanya perdarahan," ungkap Cynthia Toth, salah satu penulis, sebagaimana dikutip dari Medical Daily, Kamis (16/1/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beruntung penglihatan pada mata kiri bocah malang itu bisa kembali seperti semula dalam satu minggu. Sedang penglihatan mata kanannya baru bisa pulih setelah dua bulan.

Laser itu diambil dari sisa-sisa proyektor home theater, dan dijual sebagai mainan di luar Amerika. Setiap orang di Amerika bisa mendapatkan mainan itu dengan memesannya melalui internet. Laser mainan tersebut dikenal dengan sebutan Spyder III Pro Arctic.

Spyder III Pro Arctic diklasifikasikan dalam laser kelas 4, bertenaga tinggi dengan tenaga sebesar 1.250 miliwatt. Sebagai perbandingan, pointer laser yang diklasifikasikan dalam kelas 3 memiliki tenaga tidak lebih dari 5 miliwatt. Demikian menurut standar dari Badan Standar Nasional Amerika.

Menurut informasi pada laman FDA, laser kelas 4 dapat menyebabkan bahaya langsung pada kulit dan mata jika terpapar sinarnya secara langsung maupun pantulannya. Toth mengatakan bahwa dengan tenaga laser sebesar 1250 miliwatt, orang bahkan bisa menghasilkan api.

"Anda bisa membuat api dengan tenaga yang keluar dari (laser) yang satu itu," ungkap Toth pada Reuters.

Perkembangan dalam teknologi laser telah membuat sinar yang keluarkan lebih mudah diserap oleh melanin pada pigmen retina. Dan itu justru memiliki potensi merusak mata yang lebih besar.

"Dokter seharusnya lebih waspada akan tanda-tanda dan gejala luka mata karena laser. Hilangnya penglihatan biasanya terjadi sesaat setelah paparan laser." Demikian ditulis Toth beserta rekan-rekannya dalam jurnal mereka.

Agustus 2013 lalu, FDA telah memberi peringatan mengenai bahaya sinar laser. Dalam sepuluh tahun terakhir, tenaga laser murahan telah meningkat hingga sepuluh kali lipat, bahkan lebih.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads