"Yang saya maksud tentunya bukan melarang anak untuk duduk, memeluk atau mencium kakek nenek mereka ketika mereka ingin melakukannya," ujar Lucy Emmerson, koordinator dari Sex Education Forum, dan dikutip detikhealth pada Selasa (21/1/2014).
Ia menambahkan bahwa yang seharusnya tidak boleh dilakukan adalah memaksa anak untuk mencium kakek, nenek, paman, bibi, kerabat atau orang-orang lain yang tidak terlalu ia kenal. Jika dilakukan, hal itu akan bertentangann dengan apa yang diterimanya pada pendidikan seks usia dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kesadaran tersebut sangat penting bagi fondasi pendidikan seks usia dini. Sebab anak akan berpikir bahwa kontak fisik dengan siapapun harus melalui persetujuan.
"Memaksa mereka untuk mencium kakek dan neneknya tentunya terlihat tidak berbahaya. Namun jika mereka terbiasa melakukannya karena disuruh, mereka akan menganggap bahwa mereka tidak mempunyai hak untuk menolak. Bayangkan jika anak anda bertemu dengan orang asing yang tiba-tiba memintanya untuk menciumnya," tegas Emmerson.
Menanggapi hal tersebut, Peter Saunders dari National Association for People Abused in Childhood mengatakan bahwa anak-anak tidak boleh dipaksa untuk melakukan hal apapun terkait dengan hubungan kontak fisik.
"Anak-anak sering merasa tidak nyaman jika berada di dekat orang yang tidak mereka kenal. Kita harus menghargai hak tersebut," ujarnya.
Untuk itu, Emmerson mempunyai beberapa cara yang menurutnya aman untuk menyiasati hal tersebut. "Jika anda tiba-tiba menyuruh seseorang untuk tidak menciumi anak anda tentunya akan sedikit tidak nyaman. Coba beri tahu dia untuk memberikan ciuman jarak jauh, pelukan ringan atau tos sebagai pengganti ciuman," pungkasnya.
(/)










































