"Kalau pada anak-anak biasanya disebabkan kelainan bawaan seperti kelainan katup jantung atau kelainan jantung bawaan. Sedangkan, pada remaja misalnya kelainan bawaan berupa pembuluh darah yang pecah dan ini terjadi dari kecil," jelas dr Sukono Djoyoatmodjo Sp.S di RS Premier Jatinegara, Jl. Raya Jatinegara Timur, Jakarta Timur, dan ditulis pada Selasa (21/1/2014).
Untuk gejala, dr Sukono mengatakan baik orang dewasa atau anak-anak memiliki gejala yang sama. Misalkan kelainan di otak berupa sumbatan atau pecahnya pembuluh darah terjadi di sistem gerak, maka anak bisa jadi lumpuh sementara. Jika di sistem bicaranya, anak jadi tidak bisa ngomong. Lalu, jika mengenai sistem keseimbangannya, ia jadi sempoyongan, dan pada gerakan bicara maka ia jadi cadel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, dokter berkacamata ini mengingatkan jika terjadi gejala seperti itu, jangan coba-coba kerik karena dikira masuk angin. "Nanti orang stroke tau-tau dikerokin, dibekam terus ditusuk jarum. Ada apa-apa langsung bawa ke puskesmas atau dokter terdekat," ujar dr Soekono.
Di kesempatan yang sama, dr. Marissa TS Pudjiadi, Sp.A, menambahkan jika anak di bawah enam tahun, organnya masih bersifat neuroplasticity sehingga pemulihannya jadi lebih mudah dibandingkan orang lanjut usia.
"Kelainan bawaan berpotensi stroke iya, tapi belum tentu selalu bermanifestasi. Umumnya karena faktor lain yang dominan," pungkas dr Sukono.
(rdn/)











































