Sudah Besar Tapi Anak Masih Hobi Mengisap Jempol? Stop dengan 5 Cara Ini

Sudah Besar Tapi Anak Masih Hobi Mengisap Jempol? Stop dengan 5 Cara Ini

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 06 Feb 2014 17:31 WIB
Sudah Besar Tapi Anak Masih Hobi Mengisap Jempol? Stop dengan 5 Cara Ini
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Mengisap jempol memang jadi kebiasaan umum bayi sebagai bentuk respons alami. Tapi ketika si kecil berusia dua sampai tiga tahun kebiasaan mengisap jempol harus mulai berkurang dan saat usianya di atas lima tahun ia harus berhenti total dari kebiasaannya itu.

Lantas, bagaimana jika sudah berusia lima tahun bahkan lebih anak masih saja hobi mengisap jempolnya? Jangan bingung, orang tua bisa mencoba trik berikut ini seperti dikutip dari Boldsky, Kamis (6/2/2014):

1. Sarung tangan saat tidur

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Saat siang hari Anda mungkin bisa menegur si kecil saat ia mulai memasukkan tangannya ke mulut. Tapi di malam hari, coba pakaikan sarung tangan sehingga ia kesulitan jika ingin mendapatkan jari-jarinya. Dengan absen mengisap jempol di malam hari, lama-lama anak bisa mengurangi kebiasaannya mengisap jempol.

2. Alihkan perhatian

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Cobalah untuk mengalihkan perhatian konsentrasi anak sehingga ia tidak tergoda untuk mengisap-isap jempolnya. Bisa dengan mengajaknya bermain, menonton TV atau melakukan kegiatan bersama-sama.

3. Beri tahu efek buruknya

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Biarkan anak Anda tahu efek kesehatan dari mengisap jempol misalnya saja beri tahu bahwa mengisap jempol membuat ia mudah sakit atau menjadikan jempolnya jadi pendek. Mengerikan bukan? Beri tahu dia hal itu berulang kali karena lama-lama anak pun akan memahami efek buruk ini meskipun ia terkesan cuek dan tak mendengarkan.

4. Jangan mempermalukannya di depan umum

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jangan memarahi atau memperingatkan anak saat ia mengisap jempol di depan umum. Cukup alihkan perhatiannya atau singkirkan tangannya dari mulut. Mempermalukan anak di depan umum justru makin membutanya stres.

5. Permainan outdoor

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Biarkan anak pergi ke luar rumah dan bermain dengan anak lain. Cara ini juga membuat anak tahun bahwa teman-temannya tak ada yang memiliki kebiasaan mengisap jempol, hingga mereka merasa malu sendiri dan menghentikan kebiasaannya.

Halaman 2 dari 6
Saat siang hari Anda mungkin bisa menegur si kecil saat ia mulai memasukkan tangannya ke mulut. Tapi di malam hari, coba pakaikan sarung tangan sehingga ia kesulitan jika ingin mendapatkan jari-jarinya. Dengan absen mengisap jempol di malam hari, lama-lama anak bisa mengurangi kebiasaannya mengisap jempol.

Cobalah untuk mengalihkan perhatian konsentrasi anak sehingga ia tidak tergoda untuk mengisap-isap jempolnya. Bisa dengan mengajaknya bermain, menonton TV atau melakukan kegiatan bersama-sama.

Biarkan anak Anda tahu efek kesehatan dari mengisap jempol misalnya saja beri tahu bahwa mengisap jempol membuat ia mudah sakit atau menjadikan jempolnya jadi pendek. Mengerikan bukan? Beri tahu dia hal itu berulang kali karena lama-lama anak pun akan memahami efek buruk ini meskipun ia terkesan cuek dan tak mendengarkan.

Jangan memarahi atau memperingatkan anak saat ia mengisap jempol di depan umum. Cukup alihkan perhatiannya atau singkirkan tangannya dari mulut. Mempermalukan anak di depan umum justru makin membutanya stres.

Biarkan anak pergi ke luar rumah dan bermain dengan anak lain. Cara ini juga membuat anak tahun bahwa teman-temannya tak ada yang memiliki kebiasaan mengisap jempol, hingga mereka merasa malu sendiri dan menghentikan kebiasaannya.

(rdn/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads