Meski memiliki kondisi yang cukup membuat bingung tim medis di Inggris, Georgia tetap bersemangat menjalani kesehariannya seperti gadis remaja lainnya misalnya menghadiri prom di sekolah dan bermain di pantai. Gadis asal Cheshire ini dilahirkan dengan kondisi langka, displasia skeletal yang dikenal banyak orang dengan dwarfisme.
Akibatnya, tulang-tulang Georgia menyatu secara permanen ketika ia masih balita. Awalnya, orang tua Georgia, Andrea dan Simon diberi tahu putrinya tidak akan bertahan hidup di awal remaja. Tapi setelah berobat selama 10 tahunm Georgia tumbuh jadi gadis yang ceria.
"Aku tidak merasa kecil. Aku melihat diriku sama seperti teman-temanku yang lain, aku tidak berbeda. Karena memang kondisiku selalu begini. Ketika di sekolah paling-paling aku hanya merasa sedikit lebih tua," papar Georgia seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (17/2/2014).
Di sekolah, teman-teman dan guru Georgia bahkan sudah menyiapkan gaun khusus prom untuk gadis ini. Apalagi, semua orang di sekolahnya tak pernah mengucilkan Georgia, mereka bahkan memiliki panggilan sayang untuk Georgia yaitu Lil G.
Ibu Georgia, Andrea (36) baru berusia 21 tahun ketika mengandung putri pertamanya. Ia dan suaminya, Simon (38) benar-benar khawatir ketika putrinya berjuang untuk berjalan dengan kondisi tubuh yang sangat kecil. Mereka juga sudah membawa hasil pemindaian sinar-X ke banyak dokter tapi belum ada yang mampu mengidentifikasi kondisi Georgia.
Hingga akhirnya, bulan Oktober tahun lalu Georgia menjalani operasi selama lima jam untuk memangkas ujung tulang pahanya yang bergerigi dan dibuat lebih bulat untuk mengurangi rasa sakit yang dialami Georgia. Dalam blognya, ia mengaku sangat kesakitan apalagi saat epidural dimasukkan ke tubuhnya dan harus 'ditanam' selama lima hari.
"Selama itu aku mengonsumsi morfin dan ketamin, rasa sakitku pun berkurang. Aku harus tinggal di rumah sakit selama dua minggu dan harus intens melakukan hidroterapi serta fisioterapi selama enam minggu. Aku masih belum bisa berdiri karena rasa sakit di pinggulku," papar Georgia.
Kini, orang tua Georgia tengah mengumpulkan dana untuk membeli kursi roda yang bisa membantu mobilitas putrinya. Dengan kursi roda seharha Rp 356 juta tersebut, Georgia akan lebih mudah menjangkau lemari, rak, mengangkat ketel dan duduk dengan lebih nyaman.
(rdn/vit)











































