"Biasanya karena anak-anak terlalu banyak duduk sambil menonton televisi, terkadang juga sambil makan. Nah jadinya sudah banyak makan, tapi hanya duduk saja tidak banyak bergerak dan beraktivitas," kata Dr. dr. Hartono Gunardi SpA(K), dokter spesialis anak tumbuh kembang FKUI, saat hadir dalam diskusi 'New Perspective on Toddler Nutrition' di Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI, Jl Pegangsaan Timur, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2014).
Ia menyarankan agar orang tua mengurangi porsi waktu anak menonton televisi, dan memperbanyak aktivitas. Jika anak sulit diajak melakukan aktivitas diluar, orang tua dapat menyiasatinya dengan melakukan aktivitas di depan televisi. Tidak harus melakukan gerakan sulit, hanya gerakan ringan agar anak tidak duduk diam saja, itu sudah merupakan salah satu cara mengatasinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya seseorang mengubah perilaku karena memiliki kebutuhan. Misalkan anak mendapat julukan tertentu karena badannya, nah orang tua ajak anak untuk menurunkan berat badan, supaya tidak mendapat julukan tersebut," papar staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM ini.
Untuk anak-anak yang tergolong obesitas, memang tidak disarankan melakukan diet untuk menurunkan berat badan, karena anak-anak masih terus tumbuh. Tetapi yang harus dilakukan oleh orang tua adalah memilih bahan makanan, dan juga membuat anak banyak melakukan aktivitas.
"Memilih makanan dengan karbohidrat komplek dengan gula yang rendah, perbanyak sayur dan buah-buahan yang berserat," jelas Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc, pakar gizi medik dari FKUI, yang turut hadir pada acara yang sama.
Ia menambahkan untuk anak yang tergolong obesitas, harus hati-hati memilih aktivitas yang dilakukan untuk menurunkan berat badan. Karena orang yang tergolong obesitas, harus mempertimbangkan kekuatan sendi lutut saat beraktivitas.
Orang tua juga harus melakukan evaluasi, setelah mengatur pola makan anak, dan mengajaknya beraktivitas. Bisa dengan cara melihat berat badan anak, jangan sampai berat malah naik dan bukannya turun.
(vit/vit)










































