Hati-hati, Aktivitas Fisik Berlebihan Berdampak Buruk Bagi Anak

Hati-hati, Aktivitas Fisik Berlebihan Berdampak Buruk Bagi Anak

- detikHealth
Kamis, 27 Feb 2014 13:48 WIB
Hati-hati, Aktivitas Fisik Berlebihan Berdampak Buruk Bagi Anak
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Aktivitas fisik ternyata tidak selalu memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak. Karena ternyata jika dilakukan melewati batas yang seharusnya, hal tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan si anak.

Menurut Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, jenis aktivitas fisik maupun olahraga, sangatlah berpengaruh pada pola pertumbuhan anak.

"Aktivitas fisik dan olahraga anak-anak itu tidak boleh sembarangan, karena hal ini akan menggangu pertumbuhan tulangnya. Khususnya tulang punggung dan tulang kaki," ujar Prof Hardinsyah pada acara Media Workshop 'Nutrisi Terjangkau untuk Membantu Penanganan Masalah Gizi Kurang pada Anak Usia Sekolah di Indonesia' dalam rangka Peringatan Hari Gizi Nasional 2014, yang diadakan di Pabrik Frisian Flag Indonesia, Jl Raya Bogor, Ciracas, dan ditulis pada Kamis (27/2/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada dengan Prof Hardinsyah, dr Ermita Ilyas, MS. AIFO, seorang dokter kesehatan dan ahli fisiologi olahraga menuturkan bahwa orang tua harus mengontrol dan berhati-hati ketika memberi olahraga dan aktivitas fisik pada anak-anak.

"Anak-anak itu ada batasan khusus dalam pemberian aktivitas fisik. Normalnya, anak yang berusia sekolah dasar itu hanya boleh diberikan aktivitas fisik yang tidak diatur. Dengan kata lain tidak terlalu berat," ungkap dr Ermita dalam kesempatan terpisah.

Menurut dr Ermita, jika sedari kecil anak-anak usia sekolah dasar diberikan aktivitas fisik yang kompleks, hal itu akan menghambat pertumbuhan. Dengan aktivitas fisik yang berat, maka hal itu akan membuat otot membesar. Padahal, jika otot membesar bersamaan dengan pertumbuhan tulang (yang dialami anak usia sekolah dasar), akan berdampak buruk bagi si anak.

"Aktivitas fisik yang berlebihan juga akan membuat daya tahan tubuh anak yang masih labil, mudah terkena penyakit. Dan penyakit itu juga berdampak buruk pada pertumbuhan anak. Apalagi penyakit yang bersifat infeksi," tutur Moesijanti Soekatri, MCN, PhD, anggota dari South East Asian Nutrition Suveys (Seanuts).

(vit/vit)

Berita Terkait