Menurut Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, jenis aktivitas fisik maupun olahraga, sangatlah berpengaruh pada pola pertumbuhan anak.
"Aktivitas fisik dan olahraga anak-anak itu tidak boleh sembarangan, karena hal ini akan menggangu pertumbuhan tulangnya. Khususnya tulang punggung dan tulang kaki," ujar Prof Hardinsyah pada acara Media Workshop 'Nutrisi Terjangkau untuk Membantu Penanganan Masalah Gizi Kurang pada Anak Usia Sekolah di Indonesia' dalam rangka Peringatan Hari Gizi Nasional 2014, yang diadakan di Pabrik Frisian Flag Indonesia, Jl Raya Bogor, Ciracas, dan ditulis pada Kamis (27/2/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak-anak itu ada batasan khusus dalam pemberian aktivitas fisik. Normalnya, anak yang berusia sekolah dasar itu hanya boleh diberikan aktivitas fisik yang tidak diatur. Dengan kata lain tidak terlalu berat," ungkap dr Ermita dalam kesempatan terpisah.
Menurut dr Ermita, jika sedari kecil anak-anak usia sekolah dasar diberikan aktivitas fisik yang kompleks, hal itu akan menghambat pertumbuhan. Dengan aktivitas fisik yang berat, maka hal itu akan membuat otot membesar. Padahal, jika otot membesar bersamaan dengan pertumbuhan tulang (yang dialami anak usia sekolah dasar), akan berdampak buruk bagi si anak.
"Aktivitas fisik yang berlebihan juga akan membuat daya tahan tubuh anak yang masih labil, mudah terkena penyakit. Dan penyakit itu juga berdampak buruk pada pertumbuhan anak. Apalagi penyakit yang bersifat infeksi," tutur Moesijanti Soekatri, MCN, PhD, anggota dari South East Asian Nutrition Suveys (Seanuts).
(vit/vit)











































