Priscila Davo Ortega (27) adalah guru kesenian dan bahasa Spanyol di Danesfield Church of England School, Somerset, Inggris. Pada hari Senin, 3 Maret 2014, murid-murid kelas 6 sedang bermain-main di dalam ruang kesenian yang diajar oleh Priscila. Karena terlalu berisik, Priscila mengingatkan para murid untuk bermain lebih tenang. Karena peringatannya tak diindahkan, ia pun melakban mulut murid-muridnya.
Ryan Knowles (11), salah satu murid yang dilakban, bercerita pada Daily Mail bahwa ia dan teman-temannya sedang bermain 'trust game', di mana seseorang akan ditutup matanya dan menebak nama teman yang ditangkapnya ketika tiba-tiba Priscila berdiri dan menyuruh mereka untuk bermain lebih tenang.
"Ia berkata akan melakban mulut kami jika kami tidak bisa bermain lebih tenang. Tak lama kemudian, ia mengambil lakban dari lemari dan menyuruh kami semua berbaris untuk melakban mulut kami," ujar Ryan seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (5/3/2014).
Ryan mengaku dilakban sebanyak 7 lapis oleh Priscila. Ketika ia melepas lakban karena kesulitan bernapas dan merasa gatal di sekitar mulut, Priscila langsung menutup kembali mulut mereka dengan lakban yang lebih banyak.
Tak hanya Ryan, Ella Duffield (11) juga merasakan keluhan yang sama. Bahkan ketika kelas usai dan lakban sudah dilepas, ia melihat bibirnya berdarah. Ibu dari Ella, Lisa Duffield (42), mengatakan anaknya mengalami trauma dan menolak kembali ke sekolah keesokan harinya.
Perbuatan Priscila tersebut akhirnya dilaporkan oleh para orang tua murid kepada kepala sekolah. Kepala Sekolah Danesfield Church of England School, Ian Bradbury, pun akhirnya mengskors Priscila dari sekolah.
"Sehubungan dengan adanya insiden yang tidak menyenangkan bagi sebagian orang tua, kami selaku perwakilan dari sekolah telah mengskors guru yang bersangkutan hingga masa penyelidikan selesai. Penyelidikan dilakukan bersama oleh pihak kepolisian dan dinas pendidikan Somerset bekerja sama dengan perwakilan sekolah," tulisnya dalam surat yang ditujukan bagi para orang tua murid.
Meski perempuan itu tidak ditahan, polisi dan dinas pendidikan terkait masih menyelidiki motif Priscila melakukan hal tersebut. Kasus ini masih berjalan dan sedang didalami oleh polisi.
(vit/vit)











































