Minat Memasukkan Anak ke PAUD Tinggi, Butuh Pendidik Profesional

Minat Memasukkan Anak ke PAUD Tinggi, Butuh Pendidik Profesional

- detikHealth
Senin, 10 Mar 2014 13:53 WIB
Minat Memasukkan Anak ke PAUD Tinggi, Butuh Pendidik Profesional
Foto: Uyung/detikHealth
Jakarta - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) belakangan ini semakin diminati. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), peningkatan ini harus pula diimbangi dengan ketersediaan tenaga pendidik yang profesional.

Tingginya minat masyarakat terhadap PAUD, menurut Kepala BKKBN Prof Dr Fasli Jalal, SpGK(K) dipicu oleh kesadaran akan pentingnya golden period sebagai tahapan kritis tumbuh kembang anak. Pendidikan yang tepat pada masa tersebut akan menentukan kualitas anak di masa depan.

Hal itu disampaikan Prof Fasli usai meresmikan Program PAUD 1000 Anak Bangsa. Program ini merupakan kerja sama antara PT Sari Husada, Indomaret, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prof Fasli mengatakan, kebutuhan tenaga pendidik yang profesional sangat penting untuk menghadapi kondisi tersebut. Saat ini, tidak semua pendidik PAUD punya bekal ketrampilan dan latar belakang pendidikan yang profesional karena hanya berbekal kecintaan pada anak.

"Karenanya, HIMPAUDI mengembangkan jaringan agar makin banyak, makin profesional," kata Prof Fasli, ditemui di PAUD RW 12 Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (10/3/2014).

Sementara itu, Rektor UNJ Bedjo Sujanto mengatakan pendidik PAUD idealnya dibekali selama 4 tahun sehingga memiliki bekal akademis setara S1. Program Studi PAUD di UNJ pun menurut Bedjo tidak pernah kekurangan peminat.

"UNJ juga memberikan pembinaan kalau diminta, untuk pendidik PAUD yang masih tamatan SMP atau SMA. Ada sertifikatnya, bahwa pernah mendapat pelatihan tentang PAUD," kata Bedjo.

(up/vit)

Berita Terkait