ADHD membuat anak menjadi sulit untuk fokus pada satu hal tertentu dalam waktu lama. Tak hanya itu, anak juga menjadi tidak bisa diam sehingga lebih aktif daripada teman sebayanya. Namun peneliti dari Imperial College London menemukan ketika beranjak dewasa, anak dengan ADHD cenderung menjauhi aktifitas fisik di luar rumah. Hal itulah yang membuat mereka mengalami kegemukan ketika dewasa.
Alina Rodriguez, salah satu dari tim peneliti yang terlibat, menjelaskan bahwa penelitian ini melibatkan hampir 7.000 anak dari Finlandia yang lahir pada tahun 1986. Peneliti memantau perkembangan mereka selama 16 tahun dengan bantuan orang tua. Mereka melaporkan berat, tinggi, dan aktivitas rutin anak kepada peneliti melalui telepon atau surat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rodriguez menjelaskan bahwa selain nafsu makan yang menjadi lebih besar, anak dengan ADHD cenderung sulit bergaul dan bersosialisasi. Akibatnya, aktifitas fisik mereka di luar rumah pun sangat sedikit.
"Mereka lebih sering menghabiskan waktu di rumah, dan menghilangkan stres dengan cara makan lebih banyak," tutur Rodriguez pada Reuters dan dikutip detikHealth pada Jumat (7/3/2014).
Profesor bidang psikiatri anak dari Ohio State University, Prof Dr L. Eugene Arnold, mengatakan bahwa seharusnya orang tua lebih mendorong anak untuk terlibat aktivitas di luar rumah dan menemaninya jika perlu. Selain itu, mereka juga harus pandai dalam mengatur waktu menonton TV atau bermain video game anak. Karena semakin sering anak menghabiskan waktu di depan layar kaca, semakin banyak pulan snack atau makanan ringan yang dilahapnya.
"Obesitas sudah menjadi masalah besar bagi kesehatan penduduk tidak hanya di Amerika, namun juga di seluruh dunia. Oleh karena itu, risiko sekecil apapun harus dicegah sejak dini agar anak tidak mengalami obesitas ketika dewasa," paparnya.
(vit/vit)











































