Tips Agar Orang Tua Tak Kikuk Saat Berdiskusi Seks dengan Remaja

Tips Agar Orang Tua Tak Kikuk Saat Berdiskusi Seks dengan Remaja

Muamaroh Husnantiya - detikHealth
Selasa, 11 Mar 2014 10:35 WIB
Tips Agar Orang Tua Tak Kikuk Saat Berdiskusi Seks dengan Remaja
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Pendidikan seks biasanya memang telah diajarkan di sekolah. Namun bagi beberapa orangtua, apa yang disampaikan di sekolah belum cukup karena masih ada beberapa hal yang harus disampaikan di rumah. Kendati demikian, baik orangtua maupun remaja sering sungkan karena pembicaraan perihal seks dianggap memalukan. Lantas, harus bagaimana?

Untuk mengatasi kendala itu, setiap orangtua harus mempersiapkan diri untuk masuk lebih dalam ke dunia remaja. Jika merasa bingung untuk mendiskusikan seks dengan putra atau putri yang beranjak remaja, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan.

Seperti dikutip dari Health Me Up pada Selasa (11/3/2014), inilah beberapa tips agar pembicaraan seks dengan remaja tak lagi kikuk atau berujung kacau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Hangatkan suasana.
Bagian paling sukar dari diskusi seks ialah bagaimana memulainya. Ketimbang menunggu momen yang tepat, cobalah untuk memulai topik itu ketika sedang bercakap-cakap dengan buah hati. Cara lain yang lebih halus ialah membicarakannya sembari mengomentari berita atau film di televisi.

2. Bersikap jujur dan lugas.
Kejujuran sangat penting hukumnya ketika Anda dan anak sedang mendiskusikan seks. Jika merasa kurang nyaman, biarkan anak tahu, dan tetap tekankan betapa pentingnya diskusi mengenai topik tersebut. Katakan dengan lugas segala dasar sains mengenai hubungan intim, oral seks, maupun kehamilan. Biarkah remaja teredukasi dengan benar.

3. Pertimbangkan rasa ingin tahu anak.
Jangan bersikap menggurui dan upayakan agar anak tertarik untuk bertanya. Penting untuk menjawab rasa penasaran anak tanpa menghakimi. Selain mengedukasi anak, cara ini juga dapat memenangkan hati anak sehingga hubungan orangtua dan anak akan semakin erat.

4. Jangan hanya berfokus pada fakta.
Ketika mendiskusikan seks, biarkan remaja tahu hal-hal emosional yang mendasarinya. Jangan melulu mengenai hal-hal ilmiah, bicarakan juga tentang perasaan, nilai, maupun cinta. Ajarkan mereka tentang etika dan tanggung jawab ketika berhubungan seks.

5. Diskusikan tentang kencan, hubungan fisik, dan konsekuensinya.
Bukan hal yang mustahil jika hubungan dekat dengan lawan jenis bisa berujung pada kontak fisik, atau bahkan hubungan seksual. Ajari remaja untuk mengontrol emosi dan berani untuk menolak ketika merasa tidak nyaman dengan kontak fisik. Perlu diingat, cinta tidak selalu tentang seks.

Biarkan anak tahu apa konsekuensi yang harus ditanggung jika melakukan hubungan seksual. Remaja harus tahu bahwa hubungan seks dapat menyebabkan kehamilan, gejolak emosi, stres, dan bahkan penyakit menular seksual.

6. Berpikiran terbuka
Berpikirlah terbuka ketika mendiskusikan seks dengan remaja, pasalnya terkadang remaja memiliki anggapan yang berbeda dengan orang yang lebih tua. Jangan biarkan mereka tertekan dengan pandangan Anda. Biarkan mereka menerima gagasan Anda, lantas mengutarakan sudut pandang mereka. Jika ada hal yang enggan diungkapkan anak, tetap bantu mereka untuk mengatasi persoalan yang dihadapi.

(up/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads