"Di rumah tidak diperhatikan, lalu akhirnya pacaran kan. Nah mereka mikirnya daripada saya di rumah nggak diperhatikan, tidak apa deh ditampar atau dipukul oleh pacar karena masih bisa dapat perhatian, masih bisa dipeluk, dicium atau dielus kepalanya," papar psikolog Asep Herul Gani, S.Psi.
Untuk mencegah terjadinya hal tersebut pada anak, ia mengatakan bahwa kebutuhan anak akan perhatian dan kasih sayang harus dipenuhi oleh orang tua. Sehingga anak tidak akan mencari perhatian dari orang lain, yang dapat menyebabkan anak berpacaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena pasa usia remaja mereka akan mengalami ketertarikan pada lawan jenis kan," terang psikolog yang akrab disapa Vera tersebut kepada detikHealth dan ditulis Jumat (14/3/2014).
Oleh sebab itu, Vera menjelaskan bahwa orang tua harus bisa memahami apa saja yang harus dilakukan oleh orang tua agar anak tidak terjerumus kepada pacaran ekstrem. Beberapa hal tersebut meliputi:
1. Penuhi Kebutuhan Anak
Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian yang diinginkan oleh anak. Senada dengan Asep, Vera mengatakan bahwa jika anak terpenuhi kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian oleh orang tuanya di rumah, kemungkinan mereka untuk berpacaran akan menjadi lebih kecil.
2. Tanamkan Konsep Cita-cita
Dengan menanamlan konsep cita-cita dan pengtingnya masa depan kepada anak, niscaya anak akan lebih hati-hati sebelum melakukan perbuatan yang akan merugikan dirinya. Cita-cita menurut Vera, merupakan faktor motivasi terbesar bagi anak untuk terus berprestasi sekaligus menghindarkan dirinya dari ajakan atau bujukan lingkungan sekitar yang tidak baik.
3. Pacaran Hanya untuk Fun
Orang tua harus mampu menekankan bahwa pacaran pada usia remaja merupakan salah satu cara untuk berinteraksi dengan teman sebaya. Kegiatan seperti nonton bioskop atau jalan-jalan bisa diselingi dengan belajar bersama atau saling memotivasi dalam hal pelajaran.
(vit/vit)











































