Ujian sekolah maupun ujian masuk perguruan tinggi terkadang menimbulkan tekanan tersendiri pada siswa yang menjalaninya. Entah karena persiapan yang kurang atau karena tekanan dari keluarga bahwa harus lulus dengan nilai yang gemilang, kerap kali menjadikan seorang siswa stres. Saking stresnya bahkan ada yang bunuh diri.
Video berisi rekaman CCTV yang isinya mengejutkan beredar. Kamera tersebut berhasil menangkap momen terakhir sebelum seorang siswa sekolah menengah atas mengakhiri hidupnya, diduga karena stres akibat bersiap menghadapi ujian masuk perguruan tinggi.
Dalam video terlihat siswa pria itu duduk di kursi terdepan, di pojok kiri. Setelah beberapa saat, tiba-tiba siswa itu bangkit dari kursinya dan bergerak cepat ke jendela di sebelah kirinya, lantas melompat keluar. Tidak jelas diketahui ruangan kelas tersebut berada di lantai berapa, serta apakah terjadi di tengah pelajaran atau saat sedang ujian. Yang jelas, peristiwa itu membuat seisi ruangan panik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siswa Xiao Zhen melompat bunuh diri dari jendela di tengah-tengah kelas," begitu deskripsi yang menyertai video. Disampaikan pula hal itu diyakini terjadi karena yang bersangkutan menghadapi tekanan karena tengah mempersiapkan diri mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.
Keaslian video belum terkonfirmasi. Namun banyak yang berkomentar bahwa hal itu cocok dengan tren anak muda di China yang mengakhiri hidup karena stres di sekolah. Bahkan disebut-sebut bunuh diri merupakan sebab kematian terbanyak di kalangan anak-anak muda di China. Angka bunuh diri China melonjak 60 persen dalam 50 tahun terakhir. Menurut data dari Chinese Center for Disease Control and Prevention, rata-rata 287.000 warga China bunuh diri setiap tahun.
Sementara itu di kebanyakan negara Barat, kecelakaan menjadi penyebab terbesar kematian anak-anak muda. Tingginya bunuh diri di kalangan pemuda China disebut-sebut karena tingginya tekanan di sekolah, di mana sistem pendidikan sangat menekankan pada nilai dan status dengan mengorbankan kehidupan sosial yang sehat.
November lalu orang tua dari seorang anak berusia sepuluh tahun menyalahkan seorang guru atas kematian anak mereka. Orang tua ini mengklaim guru telah 'menyuruh' anaknya untuk melompat dari sebuah gedung setelah gagal menyelesaikan tugas yang diberikan sebagai hukuman.
Stres dan depresi memang tidak hanya dialami orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Baru-baru ini, ilmuwan telah menemukan bahwa sampel air liur dapat digunakan untuk mendiagnosis depresi pada anak-anak. Tes tersebut berfungsi untuk menguji kadar hormon stres, kortisol, pada anak. Metode itu dapat membantu praktisi kesehatan untuk membedakan apakah anak mengalami kecemasan biasa ataukah depresi. Demikian menurut sebuah studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences.
Ciri-ciri anak yang depresi antara lain sering merajuk, bermasalah dengan sekolah, merasa nyeri dan sakit tanpa tahu sebabnya, terus-terusan menempel pada orang tua, dan tampak tidak berenergi.
(vit/up)











































