Alexis Shapiro kini menderita kondisi langka yang disebut obesitas hipotalamus atau hypothalamic obesity. Kelainan itu menyebabkan ia tak pernah berhenti merasa lapar.
Keluhan yang dialami bocah itu dimulai pada tahun 2011 setelah ia menjalani operasi pengangkatan tumor jinak. Operasi tersebut sukses namun meninggalkan kerusakan pada kelenjar pituitari dan area hipotalamus otak, yang kemudian memengaruhi penerimaan sinyal dari sistem pencernaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika satu-satunya cara yang dapat menyelamatkan Alexis adalah operasi gastric bypass, dokter di Cincinnati Children’s Medical Center justru tidak bisa melakukannya. Penyebabnya ialah karena hati Alexis terlalu besar. Dokter kemudian memutuskan untuk melakukan operasi sleeve gastrectomy, yang akan mengurangi 25% perut Alexis.
Thomas Inge, dokter bedah sekaligus profesor bedah di Cincinnati Children’s Medical Center, mengatakan bahwa ia akan menunggu dan mengamati hasil operasi. Mereka akan terus memantau penurunan bobot bocah itu hingga bisa memutuskan akan melakukan operasi gastric bypass.
"Ini tidak sepenuhnya mengecewakan," tutur Inge. "Tujuan kami adalah melakukan operasi yang aman dalam kondisi yang tidak dapat terprediksi 100 persen," tambahnya seperti dikutip dari ABC News, Selasa (25/3/2014).
(vit/vit)











































