Mata Anak Seperti Mata Kucing, Awas Kanker Stadium Lanjut

Mata Anak Seperti Mata Kucing, Awas Kanker Stadium Lanjut

- detikHealth
Kamis, 27 Mar 2014 11:31 WIB
Mata Anak Seperti Mata Kucing, Awas Kanker Stadium Lanjut
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Yogyakarta - Kanker mata atau retinoblastoma merupakan kanker yang sering menyerang anak-anak selain kanker darah dan kanker saraf. Pevalensinya adalah satu kejadian per 15.000 hingga 18.000 kelahiran. Yang patut disayangkan, kanker mata kerap baru terdeteksi ketika sudah mencapai stadium lanjut.

Menurut Agus Supartoto, dokter dari departemen Optalmologi Fakultas Kesehatan UGM-RSUP Dr Sardjito, gejala paling khas dari retinoblastoma adalah leucocoria.

Leucocoria atau mata kucing adalah reflek kekuningan pada pupil yang tampak kentara ketika mata disinari dengan senter. Pada malam hari, akan terlihat pembuluh darah di atas massa yang berwarna kuning. Sayangnya, meski mudah dideteksi, mata kucing menandakan stadium yang telah lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sudah mata kucing ini sebenarnya sudah stadium yang cukup lanjut, yakni stadium tiga atau empat," tutur Agus dalam acara Sosialisasi Edukasi Kanker pada Anak yang dihelat di Aula Rumah Sakit Akademi UGM, Yogyakarta, dan ditulis pada Kamis (27/3/2014).

Sebanyak 66% kasus kanker mata diketahui melalui gejala mata kucing. Sedangkan simtom lain yang juga banyak dijumpai adalah mata juling atau strabismus, yakni sebanyak 22% kasus.

Gejala lain dari retinoblastoma pada anak yang patut diwaspadai adalah perdarahan mata mendadak tanpa ada riwayat trauma atau hyphema, munculnya radang bernanah pada bilik depan mata atau uveitis, gambaran kecokelatan pada iris atau hetherocromia iridis, mengempisnya bola mata atau phitisis bulbi, serta menonjolnya bola mata atau glaucoma.

Juling, perdarahan tiba-tiba, radang bernanah, dan katarak pada mata anak merupakan simtom awal dari kanker mata. Sedangkan mata kucing dan glaucoma yang bercirikan mata merah, menonjol, dan sakit merupakan pertanda retinoblastoma stadium lanjut. Jika gejala-gejala itu tampak pada anak, orang tua sebaiknya segera memeriksakan anak ke dokter.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads