Berdasarkan data pada tahun 2010 yang dikeluarkan oleh US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terjadi peningkatan sebanyak 29 persen pada tingkat prevalensi autisme pada anak sejak tahun 2008, sedangkan jika dihitung sejak tahun 2006, peningkatan yang terjadi adalah sebesar 62 persen.
"Jumlah anak yang teridentifikasi mengalami autisme berlanjut pertambahannya. Dan karakter dari mereka (anak yang mengalami autisme) telah berubah seiring berjalannya waktu," ujar Coleen Boyle, direktur CDC National Center, seperti dikutip dari ABC News, Jumat (28/3/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Autisme adalah sebuah spektrum dari gangguan yang akan berdampak pada perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial. Gejala autisme ini biasanya muncul pada usia 2 tahun. Penelitian yang dilakukan oleh CDC membutuhkan waktu kurang lebih 8 tahun pada 11 klinik nasional untuk dapat menunjukkan jumlah yang teraktual.
"Ini (jumlah yang ditemukan dalam penelitian) merupakan perkiraan terbaik yang kami temukan mengenai autisme di Amerika Serikat," tutur Boyle.
Namun, kelompok-kelompok advokasi menyatakan bahwa 1 dari 68 anak yang mengalami autisme masih berada dibawah perkiraan. Kendati demikian, mereka berharap bahwa jumlah ini mengindikasikan bahwa telah ada akses yang lebih baik dalam melayani anak dengan autisme.
"Ketika jumlah meningkat, jumlah pendanaan pun juga meningkat. Autisme akan membuat keluarga mengeluarkan tenaga secara emosional dan finansial," ujar Michael Rosen, juru bicara Autism Speaks.
Dengan terjadinya peningkatan ini, Autism Speaks menyarakan para orang tua untuk mencari pertolongan lebih dini untuk anak yang mengalami austime. Menurut Rosen, satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui intervensi lebih dini. Kendati demikian, Rosen sangat menyayangkan berhentinya perawatan kepada anak dengan autisme ketika mereka menginjak usia 18 tahun.
"Anda tidak akan meninggal hanya karena autisme. Anda masih akan mempunyai hidup yang panjang. Tapi setiap tahunnya, 50 ribu dari anak yang mengalami autisme yang telah berusia 18 tahun harus berhenti perawatannya. Padahal mereka sangat membutuhkan tempat untuk tinggal dan pengobatan," ungkap Rosen.
(vit/vit)











































