Selasa, 01 Apr 2014 19:36 WIB

Agar Anak Tak Cari Info Sendiri, Ini Cara Simpel Berikan Pendidikan Seks

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock) Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Bagi anak-anak apalagi remaja, hal-hal yang berbau seksual bisa saja menarik perhatian. Nah, di sinilah peran orang tua dibutuhkan untuk menjadi sarana informasi bagi anak-anak ketimbang mereka mencari informasi sendiri dari majalah, internet, atau teman. Lalu, bagaimana cara orang tua memberi pendidikan seks tersebut?

"Pendidikan seks yang diberikan tidak hanya mencakup fakta-fakta fisiologis tentang seks tapi juga menyangkut moral dan etika," kata dosen senior di bidang kesehatan dan pendidikan di Deakin University, dr Debbie Ollis, demikian dikutip dari abc.net.au, Selasa (1/4/2014).

Dikatakan dr Ollis, daripada selalu mengaitkan pendidikan seks dengan pencegahan penyakit, kehamilan, atau kekerasan seksual, dengan menambahkan unsur moral dan etika dapat menanamkan rasa tanggung jawab pada remaja di balik pemahaman mereka bahwa seksualitas adalah hal yang normal.

Caranya, percakapan tentang sistem reproduksi bisa dimulai saat anak duduk di bangku pra-sekolah yakni dengan memberi tahu beberapa bagian tubuh seperti penis, vulva, dan vagina. Selain itu, dr Ollis juga merekomendasikan supaya orang tua tak segan-segan mengawali pembicaraan tentang masalah seksual, terutama di waktu senggang dan sedang bersantai dengan keluarga.

"Saya tidak berbicara tentang mengajari anak praktik seksual, tapi berbicara tentang persahabatan dan pemahaman anak tentang tubuhnya sehingga mereka bisa bertanggung jawab dan melindungi organ seksualnya," papar dr Ollis.

Orang tua juga diharap tidak menghakimi dan amat terkejut ketika mereka menemukan fakta jika sang anak sudah mengenal lebih dulu bahasan tentang seksualitas. Sehingga, dr Ollis menyebutnya anggaplah Anda sedang membacakan cerita pada anak atau memberi arahan ketika menonton tv bersama.

Setelah itu, usahakan mendorong anak untuk bertanya agar tak ada lagi hal-hal yang masih membuatnya penasaran. Dengan begini, diharapkan remaja lebih mampu memahami apa yang mereka lihat di media dan lingkungan sekitar serta membuat keputusan tepat seputar isu-isu seksualitas.

"Mereka juga bisa membuat pilihan terkait kontrasepsi saat menikah, lebih bijak dalam menanggapi isu-isu seksual terutama isu-isu yang sering beredar di sosial media dan dialami anak muda yaitu hal-hal terkait pornografi," imbuh dr Ollis.

(rdn/vit)