Saat lahir, Hannah didiagnosis dengan penyakit neuromuskular arthrogryposis yang membuat sendi dan ototnya sangat lemah hingga untuk mengangkat lengannya agak tinggi saja bocah ini membutuhkan bantuan orang lain.
Dikatakan sang ibu, Jennifer Mohn, dokter melihat ada kelainan pada tubuh putrinya ketika ia hamil lima bulan. Bahkan, saat dokter anak pertama kali melihat si kecil Hannah, ia mengatakan jika kaki bocah itu tidak bisa berfungsi maksimal sehingga harus dipastikan lengan dan tangannya bisa berfungsi normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WREX adalah lengan robotik yang dibuat dari pencetakan 3D. Dijelaskan peneliti design engineer rumah sakit, Whitney Sample, WREX adalah singkatan dari Wilmington Robotic Exoskeleton. Menurut pengalaman Sample, anak yang memiliki masalah neuromuskuler akan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari misalnya menyisir rambut dan menggaruk hidung.
"WREX menggunakan karet gelang khusus yang bisa membuat lengan anak terasa ringan. Mekanisme ini mirip dengan 'kaki' lampu yang mudah digerakkan dan berguna untuk mengubah posisi kepala lampu," terang Sample seperti dikutip dari CNN, Kamis (3/4/2014).
Menurut American Association of Neuromuscular and Electrodiagnostic Medicine, arthrogryposis mempengaruhi satu dari 3.000 anak yang lahir di AS. Sementara, Dupont Children's Hospital mengatakan minimal ada 30 kasus baru tiap tahunnya. WREX sendiri dirancang dengan memanfaatkan pencetakan 3D demi memudahkan pemasangan alat yang bisa disesuaikan dengan kondisi pasien.
Penempatan motor kecil di persendian juga memungkinkan anak mengontrol kedutan otot sehingga gerakan lengan robotik itu bisa dikendalikan, demikian dikatakan dr William Mackenzie, Ketua Departemen Ortopedi Dupont Children's Hospital. Manfaat WREX itu kini bisa dirasakan Hannah.
"Perubahan terbesar Hannah sekarang dia bisa mengambil sesuatu yang lebih tinggi. Biasanya sikunya tertahan di sisi tubuhnya. Dia sudah bisa mengangkat tangannya dan otot lengannya pun lebih kuat. Perubahan ini jelas membuat Hannah bisa belajar banyak hal misalnya merasakan berbagai macam tekstur, warna, dan bentuk benda-benda di sekitarnya," papar Jennifer.
(rdn/vit)










































