Anak Demam 3 Hari Disertai Batuk Pilek Pasti Kena DBD? Belum Tentu

Anak Demam 3 Hari Disertai Batuk Pilek Pasti Kena DBD? Belum Tentu

- detikHealth
Senin, 07 Apr 2014 14:15 WIB
Anak Demam 3 Hari Disertai Batuk Pilek Pasti Kena DBD? Belum Tentu
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ketika anak demam apalagi disertai batuk dan pilek sampai tiga hari, tak jarang orang tua yang langsung panik karena khawatir si kecil terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Padahal, belum tentu seperti itu.

Dikatakan Prof Dr dr Sri Rezeki S Hadinegoro SpA(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, demam yang disertai batuk dan pilek selama tiga hari berturut-turut hampir pasti bukan DBD karena proses terjadinya pun berbeda.

"Penyakit itu masuknya dari mana kita kan tahu, kalau batuk pilek ya berasal dari virus yang masuk ke saluran napas, diare misalnya dari mulut. Kalau DBD kan langsung dari gigitan nyamuk masuk ke dalam darah," saat ditemui di kantor Kemenkes, Jl.HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/4/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya, yang patut dicurigai demam berdarah adalah ketika anak demam sampai tiga hari. Maka dari itu Prof Sri menekankan orang tua untuk segera memeriksakan anaknya ke dokter. Apalagi, jika anak tiba-tiba mimisan. Ketika trombosit turun, pembuluh darah menjadi rapu sehingga plasma darah pun lebih mudah merembes.

Oleh karena itu, ketika anak demam apalagi sudah didiagnosa positif DBD, Prof Sri mengingatkan jangan sampai anak kekurangan cairan. Untuk memenuhi kebutuhan cairan, ia mengatakan cairan bentuk apapun silakan diberikan pada anak.

"Lebih baik memang yang mengandung elektrolit karena ada kalium sama natriumnya. Oralit kan juga mengandung elektrolit tapi rasanya pahit biasanya anak nggak suka, makanya kadang ada beberapa orang tua yang memberikan minuman elektrolit. Tapi yang penting cairannya dipenuhi lho ya jangan sampai kekurangan," papar Prof Sri.

Sementara itu, banyak juga orang tua yang berusaha memberi jus buah pada sang anak agar cepat pulih. Hal ini dibenarkan Prof Sri karena jus buah mengandung banyak vitamin C yang bisa membantu menjaga daya tahan tubuh, tapi bukan untuk menaikkan trombosit.

Tapi Prof Sri menyarankan sebaiknya beri anak jus buah yang dibuat sendiri. Sebab jus buah siap saji tidak bisa diketahui pasti komposisinya karena bisa saja hanya sari buah.

"Didiamkan saja juga trombositnya naik sendiri, yang penting tetap terjaga pasokan oksigen dan cairannya. Justru yang perlu ditakuti itu kekurangan cairan hingga menyebabkan shock," tutur Prof Sri.

Ketika plasma darah merembes akibat rapuhnya pembuluh darah, bisa menyebabkan pengentalan darah dan menimbulkan risiko penyumbatan otak, denyut nadi lemah, dan tidak sadarkan diri. Kondisi shock inilah yang sering menyebabkan pasien DBD meninggal dunia.

"Fase kritisnya itu hari ketiga sampai ke enam, kita paksa anak makan tapi kalau dia nggak mau karena mual dan muntah ya terpaksa diinfus untuk menjaga asupan cairan sehingga tidak terjadi shock," kata Prof Sri.



(rdn/vit)

Berita Terkait