Balita 4 Tahun Ini Dikurung sang Ayah di Kamar dan Kelaparan 13 Hari

Balita 4 Tahun Ini Dikurung sang Ayah di Kamar dan Kelaparan 13 Hari

- detikHealth
Sabtu, 12 Apr 2014 13:13 WIB
Balita 4 Tahun Ini Dikurung sang Ayah di Kamar dan Kelaparan 13 Hari
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Seorang anak, apalagi di usia yang masih sangat belia, tentu membutuhkan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya. Tak cuma itu, mereka juga membutuhkan makanan yang cukup dan bergizi untuk tumbuh kembangnya. Namun hal-hal ini tidak didapat oleh balita 4 tahun yang tinggal di Adelaide, Australia, ini.

Meski usianya baru empat tahun, namun dia sudah mendapat perlakuan yang tidak baik dari orang tuanya. Ayah dan ibunya tega mengurung bocah itu di kamar tidurnya dan tidak memberinya makan dengan layak selama 13 hari.

Atas perbuatan membahayakan hidup si bocah, ayahnya yang berusia 27 tahun dimejahijaukan. Oleh Adelaide Magistrates Court, dia dinyatakan bersalah. Demikian dikutip dari ABC Australia, dan ditulis detikHealth pada Sabtu (12/4/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat perbuatan orang tuanya yang tega mengurungnya di kamar, balita tersebut harus dirawat di RS karena kekurangan gizi. Bocah itu dibawa keluar oleh petugas dari rumah kumuh orang tuanya pada Oktober tahun lalu. Petugas bertindak setelah adanya laporan dari warga.

Setelah 13 hari dikurung, balita itu keluar kamar masih dengan menggunakan celana yang sama. Dia hanya diberi yoghurt dan jelly yang ditaruh di piring plastik, yang mana diberikan melalui bagian bawah pintu. "Kami memberinya makan cukup banyak setiap hari di ruangan itu, dengan menggeser piring di bawah pintu. Sejauh yang kami dengar, dia bahagia," ujar pria itu.

Namun fakta yang ditemukan pengadilan tidaklah seperti itu. Jika balita itu diberi makan yang cukup, tentu ketika petugas menemukan dan membawa balita itu, berat badannya normal. Namun yang terjadi, berat balita itu kurang dari 10 kg.

Dipaparkan pria itu, ibu balita itu yang berusia 23 tahun pun selalu mengecek kondisi anaknya. Sang ibu menggunakan CD sebagai kaca untuk melihat keadaan anaknya dari bawah pintu. Atas perbuatan yang dilakukan bersama suaminya, perempuan itu juga dinyatakan bersalah.

Pria itu juga menuturkan bahwa mereka berencana mengeluarkan anaknya dari kamar setiap pagi setelah sarapan. Namun hal itu tidak pernah terealisasi.

Menurut pria itu, dia dan pasangannya mengurung balita itu karena takut si bocah akan pergi meninggalkan rumah. Kepada kepolisian, pria itu mengatakan sebelumnya dia memiliki anak berusia 3 bulan yang diambil petugas pemerintah negara bagian. Dia merasa peristiwa tersebut tidak akan terulang jika dirinya mendapat dukungan dari keluarga dan teman-temannya di Australia Selatan. Dia juga mengungkap bahwa tak ada seorang pun yang peduli padanya.

"Saya kira kalau ada seseorang yang peduli pada kami, mungkin kami tidak akan berada di posisi seperti ini," ucapnya.

(vit/mer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads