Namun ketika Tara Taylor mengunggah foto putrinya yang bernama Rylee, ia mendapatkan reaksi yang berbeda. Foto tersebut sengaja Tara unggah karena putrinya berhasil menata rambutnya sendiri, meskipun usianya baru tiga tahun.
Dua orang rekan Tara melihat ada yang aneh dengan foto itu, terutama di mata kiri Rylee. Di tengah bola mata kirinya ada lingkaran putih, yang tampak jelas bukan refleksi dari flash kamera seperti biasa.
Apalagi ketika dibandingkan dengan refleksi flash di mata kanan Rylee, lingkaran putih di mata kiri bocah perempuan itu terlihat lebih besar.
"Mereka bilang, 'Eh kayaknya itu bukan apa-apa sih. Mungkin hanya pencahayaannya saja, tapi mata putrimu berpendar dan sebaiknya kamu cek saja karena siapa tahu itu adalah gejala masalah tertentu pada mata," kisah Tara seperti dikutip dari hlntv.com, Selasa (22/4/2014).
Ternyata kekhawatiran itu benar adanya. Setelah memeriksakan mata Rylee ke dokter spesialis retina, sang dokter mendiagnosis bocah ini dengan penyakit bernama Coat.
Penyakit ini dapat mengakibatkan pasien kehilangan penglihatan penuh maupun sebagian, biasanya pada salah satu mata saja. Beruntung gejala kelainan pada Rylee bisa terdeteksi sejak dini sehingga penglihatannya bisa diselamatkan.
"Alih-alih masuk dan memantulkan warna pembuluh darah di dalam retina, pada penderita Coat, yang dipantulkan adalah warna deposit lemak dan lipid di dalam mata yang kekuningan, sehingga muncul warna kuning di tengah bola mata," terang Dr Thomas Lee, dokter mata dari Children's Hospital Los Angeles.
Menurut Coats Disease Foundation, jika penyakit ini tak kunjung segera diobati hingga memasuki stadium lanjut, maka penglihatan penderita bisa hilang sepenuhnya.
Berkat Facebook, penyakit Rylee pun akhirnya bisa ditemukan. "Foto anak memang memainkan peran penting dalam mendiagnosis penyakit ini, karena pada sebagian besar kasus, pasien terdeteksi kena Coat setelah orang tuanya melihat ada cahaya putih atau kuning di salah satu mata anaknya," tambah Dr Lee.
Coats Disease Foundation juga mengungkap penyakit ini biasanya didiagnosis ketika usia penderita berkisar antara 6-8 tahun. Namun belum ada obatnya. Hanya saja dalam situs resminya, yayasan ini mengatakan, "Dengan dukungan Anda, dokter, terapis dan para guru, anak Anda akan bisa melakukan berbagai hal seperti halnya anak dengan penglihatan normal."
Semenjak didiagnosis dengan Coat, Rylee sendiri dilaporkan telah menjalani prosedur rutin untuk mempertahankan penglihatan di mata kirinya yang dilaksanakan tiap beberapa bulan sekali.











































