Senin, 28 Apr 2014 09:01 WIB

Remaja Mulai Tertarik Lawan Jenis? Begini Sebaiknya Ortu Menanggapi

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Ketika menginjak usia remaja, sudah sewajarnya anak mulai tertarik dengan lawan jenis. Karena itu tak sedikit pula remaja yang menjalin hubungan asmara alias berpacaran di bangku SMP atau SMA misalnya.

Situasi ini pun terkadang membuat orang tua, utamanya para ibu, ketar-ketir karena khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada anaknya. Psikolog Ratih Ibrahim mengungkapkan tak ada salahnya memperbolehkan anak pacaran tapi anak harus mengenalkan sang pacar pada orang tuanya.

"Dekati anak, cari tahu siapa pacarnya, kalau perlu undang pacarnya biar kita bisa dekat dan tahu gaya pacarannya dia ini seperti apa," tutur Ratih di sela-sela Bincang Bareng 'Protect Your Children From Stranger' di kantor Personal Growth di Rukan Aries Niaga, Jl Taman Aries, Meruya, Jakarta Barat, dan ditulis pada Senin (28/4/2014).

Cara lainnya, saat ke mal ajak anak dan pacarnya makan siang bareng daripada anak hanya pergi berdua dengan pacarnya. Tak masalah ketika jarak orang tua dan anak jauh asalkan orang tua tetap bisa mengawasi anak.

"Kalau anak protes katakan dia adalah anak mama dan sangat berharga jadi mama berhak tahu apa yang terjadi pada anak mama," kata ibu dua anak ini.

Sementara itu, psikolog klinis Veronica Adesla M.Psi, orang tua perlu menanamkan konsep action and consequence bahwa apa yang dilakukan anak pasti bisa berisiko bagi dia sejak masih kecil. Selain itu, perlu juga ditanamkan nilai moral, kasih, keberhagaan. Katakan pada anak kalau dia sangat berharga bagi orang tuanya maka itu dia perlu menjaga dirinya.

"Orang tua memang nggak bisa 24 jam mengawasi anak dan pasti ada peluang anak untuk nyolong-nyolong pergi sama pacarnya. Tapi kalau dia udah ditanamkan nilai sebab akibat, moral, kasih sayang, dan keberhagaan itu, dia pasti tahu kalau yang dilakukan itu tidak boleh," jelas wanita yang akrab disapa Vero ini.

Jika seperti itu, anak biasanya tidak akan mengulangi hal itu lagi atau dia akan bercerita pada orang tuanya ketika akan pergi dengan pacarnya.

(rdn/vit)