Angka Kematian Anak Paling Tinggi di Dunia Ada di Negara Ini

Angka Kematian Anak Paling Tinggi di Dunia Ada di Negara Ini

- detikHealth
Senin, 05 Mei 2014 08:02 WIB
Angka Kematian Anak Paling Tinggi di Dunia Ada di Negara Ini
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Seattle, AS - Kesehatan masyarakat Eropa jelas lebih terjamin dibanding masyarakat di kawasan negara berkembang seperti Asia atau Afrika karena teknologi dan akses pada fasilitas kesehatan yang sangat memadai. Namun ternyata angka kematian anak di Eropa masih terbilang tinggi.

Hal ini didasarkan dari hasil laporan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), University of Washington, Seattle, AS terhadap tingkat kematian anak di 188 negara.

Yang menyedihkan, negeri Ratu Elizabeth itu justru menduduki posisi teratas negara dengan kematian anak di bawah usia lima tahun tertinggi di Eropa Barat, entah itu untuk kematian neonatal dini (kematian pada bayi berusia 0-6 hari), post-neonatal (kematian bayi berusia antara 29-364 hari), dan kematian anak (usia 1-4 tahun).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana tidak, di tahun 2013 tercatat angka kematian anak di bawah lima tahun di negara ini mencapai 4,9 kematian per 1.000 anak, atau dua kali lipat dari angka kematian anak di Islandia yang terhitung paling rendah di dunia.

Setelah Inggris, disusul Austria, Belgia, Siprus, Yunani, Irlandia, Israel, Belanda dan Swiss yang angka kematian anaknya berkisar antara 4 hingga 4,6 kasus per 1.000 anak berusia di bawah lima tahun.

Namun nyatanya angka ini masih terbilang rendah bila dibandingkan negara-negara lain di Eropa. Di Eropa Tengah, angka rata-rata kematian anaknya mencapai 6,7 kasus per 1.000 kelahiran, sedangkan di Eropa Timur bahkan mencapai 9,7 kasus per 1.000 kelahiran.

Menurut peneliti hal ini dikarenakan kemiskinan dan kebiasaan ibu yang tetap merokok saat tengah mengandung. Bila dibandingkan dengan masyarakat Asia, tampaknya memang kebiasaan merokok pada wanita lebih membudaya di negara-negara Barat.

"Kami terkejut dengan penemuan ini karena Inggris telah mengalami kemajuan dalam kesehatan publik yang sangat signifikan beberapa tahun belakangan," tutur Dr Christopher Murray, direktur Institute of Health Metrics and Evaluation (IHME) seperti dikutip dari BBC, Senin (5/5/2014).

Untuk negara dengan angka kematian anak paling tinggi di dunia pada tahun 2013, predikat tersebut jatuh pada Guinea-Bissau. Di salah satu negara di kawasan Afrika ini terungkap ada lebih dari 150 kematian per 1.000 kelahiran atau 8.000 kasus kematian anak tiap tahunnya.

Tak hanya Guinea-Bissau, 10 besar negara dengan kematian anak paling tinggi di dunia diungkap peneliti juga berada di benua Afrika, antara lain Sierra Leone, Angola, Chad, Somalia, Kongo, Afrika Tengah, Mali, dan Nigeria. Apalagi benua ini sering diidentikkan dengan bencana kelaparan dan kemiskinan.

Sebaliknya, angka kematian anak paling rendah di dunia ditemukan di Singapura yang hanya mencatat dua kasus kematian anak per 1.000 kelahiran saja.



(lil/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads