Belajar dari Kasus Anak SD Meninggal Setelah Dipukuli Kakak Kelas

Belajar dari Kasus Anak SD Meninggal Setelah Dipukuli Kakak Kelas

- detikHealth
Senin, 05 Mei 2014 16:01 WIB
Belajar dari Kasus Anak SD Meninggal Setelah Dipukuli Kakak Kelas
Suasana di rumah duka (Foto: Rofiq/detikcom)
Jakarta - Sekolah, institusi yang seharusnya menjadi tempat anak mengenyam pendidikan dengan aman dan nyaman kini bisa saja mengundang kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan sang anak. Mengingat akhir-akhir ini banyak kasus kekerasan yang terjadi di sekolah.

Misalnya kekerasan seksual pada murid TK di JIS dan bullying bocah kelas 6 SD terhadap adik kelasnya sampai membuat korban meninggal. Nah, untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan anak saat belajar di sekolah, perlu andil dari berbagai pihak dan juga perlu dicari solusi.

"Nggak perlu menyalahkan siapa-siapa, lebih baik kita lihat solusinya baiknya gimana. Kalau dari sekolah bisa lebih ketat lagi dalam menyaring guru dan staf-staf yang akan bekerja di sana," terang psikolog pendidikan Irene Guntur, M.Psi, Psikolog, CGA dalam perbincangan dengan detikHealth, Senin (5/5/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, dikatakan wanita yang kerap disapa Ige ini, sekolah juga bisa memasang CCTV di area-area yang rawan misalnya dekat kamar mandi. Peran orang tua juga pastinya diperlukan untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak di sekolah.

Orang tua sebaiknya lebih bisa masuk ke dalam kehidupan anak. Tak hanya sekadar antar jemput atau menanyakan nilai anak, orang tua ada baiknya selalu bertanya pada anak kejadian-kejadian yang ia alami di sekolah.

"Kalau cuma ditanya gimana sekolahnya, anak akan jawab baik, udah. Tapi coba tanya ada kejadian lucu apa tadi di sekolah, temannya ada yang nangis apa nggak, seperti itu kan membuat anak terbiasa menceritakan yang ia alami sehari-hari," imbuh Ige.

Sebagai upaya mencegah terjadinya kekerasan pada anak di sekolah, orang tua perlu mengajari anak bagaimana melindungi dirinya yaitu apa yang harus dilakukan ketika ada orang yang ingin menyakitinya. Anak bisa saja melawan, berteriak, atau mengadukan kejadian itu pada guru dan orang tuanya.

"Ajari juga anak bahwa bagian tubuhnya yang tertutup itu pribadi dan boleh dilihat atau disentuh sama dia dan orang tuanya. Kalau guru menggandeng tangannya masih diperbolehkan," kata Ige.

Renggo, siswa kelas 5 SDN Makassar 09 Pagi Jakarta Timur meninggal dunia setelah mendapat pukulan dari kakak kelasnya, S di sekolah pada Senin (28/4) lalu. Diduga pemukulan ini terjadi karena Renggo menyenggol minuman S. Meski sudah diganti, S tak terima dan memukuli Renggo. Sehari setelah kejadian, Renggo sempat tak masuk sekolah karena demam.

Sabtu (3/5) malam Renggo mengalami kejang-kejang dan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Jenazah Renggo telah dimakamkan pada Minggu (4/5) siang. Untuk mengetahui penyebab pasti tewasnya Renggo, makamnya kembali dibongkar pada Minggu (4/5) malam. Jenazahnya dioutopsi di RSCM, dan kembali dimakamkan pada siang hari ini.




(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads