Menurut dr Pandu C. Lestari, SpA, dokter spesialis anak di RS Siloam Jakarta, memang banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan anak tenggelam. Jika selama ini para orang tua menganggap tenggelam hanya dapat terjadi di kolam renang ataupun lautan dalam, tidak demikian menurut dokter yang akrab disapa dr Pandu ini.
"Selama ini banyak orang tua yang menganggap anak bisa tenggelam jika berenang atau di laut yang dalam. Padahal nyatanya, risiko tenggelam itu bisa juga terjadi pada air yang dalamnya hanya semata kaki saja," papar dr Pandu saat ditemui pada acara Children CPR and First Aid Training yang diadakan di Griya Patria, Jl. Pejaten Barat No. 16, Kemang, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Senin (5/5/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tenggelam itu kan mengakibatkan henti napas karena masuknya air dalam saluran napas. Nah posisi yang seperti itu, misalnya di bath tub yang kerap terjadi pada anak, juga disebut tenggelam," terangnya.
"Tidak hanya di bath tub, umumnya kejadian seperti itu juga terjadi pada anak yang sedang belajar berjalan. Anak biasanya tanpa sadar memegang ember berisi air yang misalnya saat itu ada di depannya. Lalu kemudian ia jatuh dengan posisi kepalanya masuk ke dalam air, itu kan bisa membuat mereka tenggelam juga karena mereka tidak bisa membalikkan posisi tubuh mereka lagi," tambah dr Pandu.
Maka dari itu, dr Pandu sangat menyarankan sekali kepada orang tua untuk selalu berhati-hati menjaga anak. Jangan pernah berpikiran, air yang dangkal tidak akan membuat anak tenggelam.
"Kebanyakan orang tua menganggap sepele atau menitipkan anaknya yang kecil pada kakaknya yang berumur 10 tahun misalnya ketika berenang di kolam yang dangkal. Itu tidak boleh. Anak 10 tahun kan belum bisa diberikan tanggung jawab seperti itu. Jangan pernah lepaskan pandangan Anda ketika mengawasi anak berenang, sekalipun di kolam yang dangkal," tuturnya.
(vit/vit)











































